Sejarah berdirinya masjid Agung DARUSSALAM Bojonegoro dapat
diketahui dalam salah satu dokumen di Kantor Gubemur Jawa Tengah di Semarang,
yang dalam sejarahnya Kabupaten Bojonegoro ini semula masuk jajaran wilayah
Karesidenan Rembang Jawa Tengah.
Ide atau gagasan pendirian Masjid itu sendiri secara mumi
berangkat dari keinginan umat Islam terutama para pedagang dari luar daerah
yang harus mangkal beberapa hari untuk menghabiskan barang dagangannya di pasar
Bojonegoro di mana saat itu arus komunikasi perjalanan yang paling lancar
justru melalui perahu-perahu sepanjang Bengawan Solo. Para pedagang tersebut
sangat membutuhkan tempat ur.tuk sekedar berteduh, beribadah serta saling
’oersilaturrahim dan berdakwah.
Hal tersebut menjadi kenyataan setelah adanya pihak - pihak
yang menjembatani untuk menyampaikan maksut tersebut kepada para penguasa yang
saat itu dijabat oleh seorang pcingrehing projo yang berkedudukan sebagai patih dengan sebutan yang tenar
di masyarakat yakni patih Pahal, beliaulah yang kemudian digerakkan hatinya
oleh Allah untuk berkenan mewakafkan sebidang tanah yang sekarang dipergunakan
sebagai lokasi bangunan masjid Agung Darussalam beserta makam Islam di
belakngnya seluas 4.470 m2