Detail Berita

Keteladanan Nabi Ibrahim dan Tuntunan Salat

Kajian Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro diisi oleh KH. Ahmad Maimun Syafi’i. Dalam kajiannya, beliau mengajak jamaah meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS sekaligus memberikan penjelasan mengenai beberapa ketentuan dalam salat, khususnya bacaan dan posisi tasyahud, Sabtu (19/9/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro diisi oleh KH. Ahmad Maimun Syafi’i. Dalam kajiannya, beliau mengajak jamaah meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS sekaligus memberikan penjelasan mengenai beberapa ketentuan dalam salat, khususnya bacaan dan posisi tasyahud, Sabtu (19/9/2026).

Pada bagian awal kajian, KH. Ahmad Maimun Syafi’i mengingatkan bahwa amal seseorang tidak akan memiliki manfaat apabila meninggalkan ibadah kepada Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya tauhid, yakni meyakini dan menyembah hanya Allah SWT.

Beliau kemudian mengisahkan perjalanan Nabi Ibrahim AS yang meninggalkan kaum dan lingkungan yang menyembah selain Allah. Nabi Ibrahim AS memilih untuk berpegang teguh pada tauhid dan menuju tempat yang diperintahkan Allah SWT.

Dari kisah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa keimanan kepada Allah merupakan perkara utama yang harus dijaga, meskipun seseorang berada dalam situasi yang sulit.

Salah satu bagian penting yang disampaikan adalah kisah ketika Nabi Ibrahim AS menghadapi kondisi yang sangat berat. Ketika Malaikat Jibril menawarkan pertolongan, Nabi Ibrahim AS tetap menunjukkan keteguhan hatinya dan memilih bergantung kepada pertolongan Allah SWT.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa Allah merupakan Zat yang memberikan manfaat dan mudarat serta tempat utama untuk memohon pertolongan. Keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam bertawakal menjadi salah satu teladan penting bagi umat Islam.

KH. Ahmad Maimun Syafi’i juga menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan berbagai karunia kepada Nabi Ibrahim AS, di antaranya keturunan, kedudukan, serta keberkahan yang terus dikenang hingga generasi berikutnya. Nabi Ishaq AS dan Nabi Ya’qub AS disebut sebagai bagian dari keturunan yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim AS.

Dalam kajian tersebut, KH. Ahmad Maimun Syafi’i menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, dan Nabi Ya’qub AS merupakan nabi yang mendapatkan karunia dan kemuliaan dari Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan bahwa kemuliaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan keturunan, harta, atau kedudukan, tetapi berkaitan erat dengan keimanan, ilmu, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim AS juga menjadi bagian dari bacaan yang terus diingat umat Islam dalam salat. Dalam bacaan salawat, umat Islam memohon keberkahan untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebagaimana Allah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Selain membahas kisah Nabi Ibrahim AS, KH. Ahmad Maimun Syafi’i memberikan penjelasan fikih mengenai tasyahud awal dan tasyahud akhir.

Beliau menjelaskan bahwa terdapat perbedaan kedudukan bacaan salawat pada tasyahud awal dan tasyahud akhir. Pada tasyahud akhir, bacaan salawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi bagian dari rukun salat, sedangkan beberapa bacaan tambahan memiliki kedudukan sebagai sunah.

Beliau juga menjelaskan pentingnya mengikuti imam bagi seorang makmum. Ketika posisi imam dan makmum berbeda karena jumlah rakaat, makmum tetap mengikuti imam sesuai ketentuan yang berlaku. Penjelasan tersebut diberikan agar jamaah memahami bagaimana bersikap ketika melaksanakan salat berjamaah dalam kondisi tersebut.

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan mengenai sunah ab'ad, yaitu beberapa amalan dalam salat yang apabila tertinggal memiliki ketentuan tertentu dalam pelaksanaannya.

KH. Ahmad Maimun Syafi’i menyebut beberapa bagian yang termasuk dalam pembahasan sunah ab'ad, di antaranya tasyahud awal, duduk tasyahud awal, membaca salawat setelah tasyahud awal, membaca salawat kepada keluarga Nabi pada tasyahud, qunut, serta beberapa bacaan salawat dan salam.

Penjelasan ini sekaligus mengajak jamaah untuk lebih memahami tata cara salat, sehingga ibadah yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga dilaksanakan dengan pengetahuan dan perhatian terhadap ketentuannya.

Kajian Subuh bersama KH. Ahmad Maimun Syafi’i memberikan dua pesan besar kepada jamaah. Pertama, pentingnya menjaga tauhid dan keteguhan iman kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Kedua, pentingnya mempelajari tata cara ibadah, termasuk memahami rukun dan sunah dalam salat.

Kisah Nabi Ibrahim AS menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya tetap teguh kepada Allah dalam berbagai keadaan. Sementara pembahasan tentang salat mengingatkan jamaah agar terus meningkatkan pemahaman terhadap ibadah yang dilakukan setiap hari.

Dengan demikian, kajian Subuh tersebut tidak hanya menghadirkan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS, tetapi juga memberikan penguatan ilmu fikih kepada jamaah sebagai bekal untuk menyempurnakan ibadah.