Rencanakan Pembangunan Kembali Menara, Takmir Masjid Agung Darussalam Gelar Rapat Koordinasi
BOJONEGORO, Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan menara Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Februari lalu, takmir masjid mulai melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro terkait rencana pembangunan kembali menara, Kamis (4/12/2025).
BOJONEGORO,
Pasca kebakaran hebat yang
menghanguskan menara Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Februari lalu,
takmir masjid mulai melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro terkait rencana pembangunan
kembali menara, Kamis (4/12/2025).
Ketua
Yayasan Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, H. Lugito Abdulkadir, SH,
mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati
Bojonegoro agar koordinasi antara pengurus masjid dan dinas teknis dilakukan
secara intensif.
“Rapat
koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman bersama terkait
rencana pembangunan yang akan dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.
Dalam
pertemuan itu, PKPCK Bojonegoro diwakili oleh Rigel Putra Samudra, ST, selaku
Tim Teknis Bidang Tata Bangunan Gedung, serta Frendy Restiyo I., konsultan
perencana. Sementara dari pihak Masjid Agung Darussalam hadir hampir seluruh
pengurus harian takmir.
Melalui
paparannya, Frendy Restiyo I. menyampaikan beberapa poin terkait rencana
rehabilitasi, di antaranya tahapan pembangunan menara dan penentuan prioritas
pekerjaan. “Ada enam prioritas rehabilitasi yang akan dilaksanakan, yakni
pembangunan kembali menara masjid, penataan lansekap halaman, perbaikan toilet,
waterproofing atap, re-design teras masjid, serta rehabilitasi
interior,” ujarnya.
Dalam
rapat tersebut ditampilkan dua rancangan awal menara baru, dengan ukuran yang
direncanakan lebih lebar dan lebih tinggi daripada menara sebelumnya. Namun,
muncul pula alternatif usulan dari takmir: pembangunan dua menara sekaligus di
sisi kanan dan kiri masjid yang terintegrasi dengan bangunan serambi.
Rapat
ditutup dengan doa dan harapan agar proses rehabilitasi dapat berjalan lancar
serta selesai tepat waktu.
