Detail Berita

Dzikir sebagai Kunci Kebahagiaan Sejati

Kajian rutin setelah shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan khidmat. Kajian kali ini diisi oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin yang menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat kebahagiaan dalam perspektif Islam, Selasa (14/4/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin setelah shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan khidmat. Kajian kali ini diisi oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin yang menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat kebahagiaan dalam perspektif Islam, Selasa (14/4/2026).

Dalam tausiyahnya, Ustadz Khafif menegaskan bahwa banyak orang keliru dalam memahami kebahagiaan. Menurutnya, mengejar kebahagiaan semata melalui aspek duniawi justru dapat menjerumuskan manusia pada kesulitan dan kegelisahan.

“Di luar sana banyak orang mengejar kebahagiaan dengan dunia. Padahal itu kurang tepat. Dunia kalau tidak kita kendalikan, justru kita yang akan dikendalikan olehnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia memberikan contoh sederhana tentang seseorang yang awalnya memiliki uang terbatas, namun karena mengikuti keinginan duniawi yang tidak terkendali, justru terjebak dalam beban finansial seperti utang dan cicilan.

Tiga Kunci Menghilangkan Kesusahan

Mengutip riwayat dari ulama ahli hikmah, Ustadz Khafif menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang dapat menghilangkan kesusahan dan menghadirkan kebahagiaan sejati. Salah satu yang paling utama adalah dzikir kepada Allah SWT.

Menurutnya, dzikir merupakan amalan ringan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa membutuhkan modal besar seperti tenaga, waktu khusus, atau kondisi tertentu.

“Dzikir itu ringan, tapi pahalanya besar. Bahkan bisa menjadi alternatif saat kita kesulitan menjalankan amalan lain seperti salat malam atau sedekah,” jelasnya.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang golongan Al-Mufaridun, yaitu orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah dan mendapatkan keutamaan luar biasa.

Dalam kajiannya, Ustadz Khafif juga menyinggung pentingnya dzikir dalam membersihkan penyakit hati seperti ujub (merasa hebat), riya (pamer), sombong, dan sum’ah (ingin dipuji).

“Penyakit hati itu bukan dari dunia, tapi dari dalam diri kita. Dengan dzikir yang terus-menerus, hati akan menjadi bersih dan tenang,” katanya.

Ia mengutip pandangan ulama besar seperti Syekh Nawawi al-Bantani yang menjelaskan bahwa dzikir yang dilakukan secara istiqamah mampu merontokkan penyakit batin.

Selain dzikir, Ustadz Khafif juga menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan berkumpul dengan orang-orang saleh. Ia mengibaratkan keduanya sebagai “tower” yang memancarkan rahmat Allah.

“Kalau kita dekat dengan Al-Qur’an dan orang-orang saleh, hati akan lebih tenang dan pikiran menjadi terang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bahkan berziarah kepada para wali dan ulama yang telah wafat tetap dapat memberikan ketenangan batin, karena mereka termasuk perantara turunnya rahmat Allah.

Kajian ditutup dengan doa bersama agar para jamaah diberikan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta kemampuan untuk istiqamah dalam berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan kajian Subuh ini merupakan salah satu agenda rutin yang terus dihadiri masyarakat Bojonegoro sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat spiritualitas di tengah kehidupan modern.