Iman dan Kepedulian Sosial
Kajian rutin setelah shalat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan menghadirkan Ustadz Hasan Nur sebagai pengisi. Dalam tausiyahnya, ia menekankan dua hal utama dalam kehidupan seorang Muslim, yakni menjaga keimanan dan memberikan manfaat bagi sesama, Kamis (23/4/2026).
Kajian
rutin setelah shalat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro dengan menghadirkan Ustadz Hasan Nur sebagai pengisi. Dalam
tausiyahnya, ia menekankan dua hal utama dalam kehidupan seorang Muslim, yakni
menjaga keimanan dan memberikan manfaat bagi sesama, Kamis (23/4/2026).
Dalam
pembukaan kajian, Ustadz Hasan Nur mengajak jamaah untuk bersyukur karena masih
diberi kesempatan melaksanakan salat Subuh berjamaah. Ia juga mendoakan agar
seluruh jamaah diberikan kesehatan, umur panjang, serta dikabulkan segala
hajatnya oleh Allah SWT.
Pada
kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan informasi keberangkatan calon jemaah
haji asal Bojonegoro yang dijadwalkan berangkat pada awal bulan. Ia mengajak
seluruh jamaah untuk mendoakan agar para jemaah diberikan kelancaran
perjalanan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan
predikat haji mabrur.
“Haji
adalah ibadah yang membutuhkan kesiapan besar, baik fisik, mental, maupun
biaya, bahkan harus menunggu hingga puluhan tahun. Maka mari kita doakan
saudara-saudara kita yang berangkat,” ujarnya.
Ustadz
Hasan Nur juga memberikan kabar gembira bagi umat Islam yang belum mampu
menunaikan ibadah haji. Ia menjelaskan adanya amalan yang jika dilakukan dengan
ikhlas dapat bernilai seperti pahala haji mabrur, yaitu membantu sesama Muslim
dan memenuhi kebutuhan mereka.
Ia
mengutip sebuah ajaran bahwa seseorang yang di pagi hari berniat tidak
menyakiti orang lain serta berusaha membantu kebutuhan sesama, maka akan
mendapatkan pahala besar di sisi Allah.
“Tidak
semua orang diberi kesempatan berhaji, tetapi Allah Maha Adil. Ada amalan
sederhana, seperti membantu orang lain, yang pahalanya bisa menyamai haji
mabrur,” jelasnya.
Dalam
tausiyahnya, ia juga menceritakan teladan seorang ulama Mekkah yang setiap pagi
berkeliling mencari orang-orang yang membutuhkan bantuan. Dengan membawa harta
untuk disedekahkan, ulama tersebut secara konsisten membantu masyarakat hingga
Allah memuliakannya.
Menurutnya,
praktik nyata seperti itu menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian
penting dari ajaran Islam.
Selain
itu, Ustadz Hasan Nur menegaskan bahwa iman merupakan syarat utama keselamatan
di akhirat. Ia mengingatkan bahwa sebesar apa pun amal seseorang, tanpa
keimanan kepada Allah, tidak akan membawa pada keselamatan.
“Iman
adalah pondasi. Tanpa iman, seseorang tidak akan sampai ke surga, meskipun
memiliki banyak jasa di dunia,” tegasnya.
Ia
juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati terhadap pemahaman keagamaan yang
menyesatkan, terutama yang berkembang di media sosial. Menurutnya, umat Islam
perlu selektif dalam menerima informasi dan tetap merujuk pada ajaran yang
benar.
Di
akhir kajian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dalam keluarga,
termasuk dalam memilih pasangan hidup dan lingkungan pergaulan. Ia menyoroti
fenomena pernikahan beda agama serta pengaruh negatif dari lingkungan yang
dapat melemahkan iman.
Kajian
ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah senantiasa diberi keteguhan
iman, keberkahan hidup, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Kegiatan kajian Subuh ini menjadi salah satu agenda rutin yang terus menarik antusiasme masyarakat Bojonegoro sebagai sarana memperdalam ilmu agama dan memperkuat spiritualitas.
