Adab dan Ilmu dalam Ibadah
Kajian rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan khidmat, menghadirkan penceramah Ustadz Khafif Ahmaruddin. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya adab, ilmu, dan niat dalam menjalankan ibadah, Selasa (28/4/2026).
Kajian
rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan khidmat, menghadirkan
penceramah Ustadz Khafif Ahmaruddin. Dalam
tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya adab, ilmu, dan niat dalam
menjalankan ibadah, Selasa (28/4/2026).
Di hadapan jamaah, Ustadz Khafif
menyampaikan bahwa ibadah tidak hanya dinilai dari banyaknya amalan, tetapi
juga dari kualitas niat, pemahaman ilmu, serta akhlak yang menyertainya.
Mengutip pendapat Hasan al-Bashri, ia
menjelaskan bahwa seseorang yang tidak memiliki adab tidak akan memperoleh
manfaat ilmu secara maksimal.
“Ibadah itu tidak cukup hanya
dilakukan. Ada tiga hal penting yang harus menyertainya, yaitu niat yang benar,
ilmu yang memadai, dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah
tanpa ilmu berpotensi tertolak. Menurutnya, salah satu strategi godaan setan
adalah menjauhkan manusia dari ilmu agar kualitas ibadahnya rendah. Sebaliknya,
seseorang yang gemar menuntut ilmu akan lebih mudah meningkatkan kualitas
ibadah dan mendapatkan pertolongan dari Allah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Khafif
menyinggung fenomena perkembangan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan,
yang menurutnya dapat menjadi alat positif maupun negatif. Ia mencontohkan
bahwa generasi muda bisa mudah terjerumus jika terlalu larut dalam hiburan dan
menjauhi ilmu.
“Cara merusak generasi itu
sederhana: buat mereka nyaman dengan hiburan dan jauh dari ilmu,” katanya,
mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan
penguatan spiritual.
Selain itu, ia menekankan
pentingnya menjaga hubungan antar sesama. Menurutnya, permusuhan dan kebencian
dapat menghalangi terkabulnya doa, sebagaimana kisah umat Nabi Musa yang doanya
tidak dikabulkan karena adanya konflik di antara mereka.
Dalam penutupnya, Ustadz Khafif
mengajak jamaah untuk terus menuntut ilmu dengan penuh kesungguhan, terutama di
usia muda. Ia menegaskan bahwa kemuliaan ilmu hanya dapat diraih dengan kesabaran,
keikhlasan, dan perjuangan.
Kajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat istiqamah dalam beribadah, meningkatkan kualitas ilmu, serta memiliki akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.
