Detail Berita

Keutamaan Salat Berjamaah dan Memakmurkan Masjid

Kajian rutin selepas salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali diikuti ratusan jamaah. Kali ini, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad yang menekankan keutamaan salat berjamaah, pentingnya menjaga wudhu, serta kemuliaan orang yang memakmurkan masjid, Senin (27/4/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin selepas salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali diikuti ratusan jamaah. Kali ini, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad yang menekankan keutamaan salat berjamaah, pentingnya menjaga wudhu, serta kemuliaan orang yang memakmurkan masjid, Senin (27/4/2026).

Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Aziz Ahmad mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat iman dan Islam yang mendorong umat untuk hadir di masjid, khususnya dalam shalat Shubuh berjamaah. Beliau berharap setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.

Mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang bersuci dari rumah, kemudian berjalan menuju masjid dengan niat menunaikan shalat fardu, akan mendapatkan keutamaan besar. “Setiap langkah kaki menuju masjid menghapus dosa dan mengangkat derajat,” ujarnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, dosa manusia tidak hanya berasal dari perbuatan besar, tetapi juga dari hal-hal kecil seperti ucapan yang tidak terjaga maupun lintasan pikiran. Oleh karena itu, kebiasaan berjalan ke masjid menjadi salah satu sarana pembersihan diri secara spiritual.

KH. Abdul Aziz juga menyoroti suasana masjid yang penuh dengan keberkahan. Beliau menyebut bahwa masjid tidak pernah kosong dari ibadah, bahkan diyakini setiap jengkal tempat di dalamnya dipenuhi oleh malaikat yang bersujud kepada Allah. Hal inilah yang membuat hati menjadi lebih tenang saat berada di masjid.

Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya merapatkan dan meluruskan saf dalam shalat berjamaah. Menurutnya, selain sebagai tuntunan syariat, hal tersebut memiliki dimensi spiritual, yaitu mencegah celah bagi godaan setan serta memperkuat ikatan antarjamaah.

“Sentuhan antarjamaah, keseragaman gerakan, dan kebersamaan dalam salat memiliki pengaruh besar dalam membangun kekuatan ruhani umat,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, KH. Abdul Aziz juga mengungkapkan hikmah di balik beberapa gerakan dalam shalat, seperti mengangkat jari telunjuk saat tasyahud. Beliau menyebutkan bahwa hal tersebut bukan sekadar gerakan, tetapi memiliki makna spiritual dan keterkaitan dengan kesadaran hati dalam mengesakan Allah.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa masjid merupakan pusat kehidupan umat Islam. Pada masa Nabi Muhammad dan para sahabat seperti Umar bin Khattab, masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan penyatuan umat.

“Masjid adalah tempat membangun persatuan. Di sanalah umat berkumpul tanpa memandang golongan,” tegasnya.

KH. Abdul Aziz juga mengingatkan bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat. Beliau mengutip hadits tentang golongan manusia yang mendapatkan perlindungan Allah, salah satunya adalah mereka yang senantiasa mencintai dan memakmurkan masjid.

Di akhir ceramah, beliau mengajak jamaah untuk terus menjaga kebiasaan datang ke masjid, baik pagi maupun sore hari. Beliau menyebut bahwa Allah telah menyiapkan balasan berupa kenikmatan surga bagi orang-orang yang rutin melangkahkan kaki ke masjid.

Kajian Shubuh ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang memperkuat spiritualitas masyarakat Bojonegoro, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan peradaban umat Islam.