Hakikat Tawakal dan Pentingnya Syariat
Kajian rutin setelah shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan menghadirkan Ustadz Yogi Prana Izza sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengupas makna tawakal secara mendalam serta menegaskan pentingnya keseimbangan antara keyakinan kepada Allah dan pelaksanaan syariat, Rabu (22/4/2026).
Kajian
rutin setelah shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali
digelar dengan menghadirkan Ustadz Khafif
Ahmaruddin sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya
keseimbangan antara akidah, syariah, dan akhlak dalam kehidupan seorang Muslim,
Selasa (21/4/2026).
Di hadapan jamaah, Ustadz Khafif
membuka kajian dengan mengajak umat Islam untuk bersyukur atas nikmat iman dan
Islam serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Ia kemudian melanjutkan
pembahasan kitab Nasaihul
Ibad, khususnya maqolah ke-13 yang diriwayatkan dari tokoh tabi’in
terkemuka, Hasan al-Basri.
Menurutnya, Hasan al-Basri
merupakan sosok ulama besar yang tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi
juga karena akhlaknya yang luar biasa. “Beliau adalah teladan. Meskipun bukan
pejabat atau pemimpin formal, masyarakat Basrah sepakat menjadikannya panutan,”
ujarnya.
Ustadz Khafif menjelaskan bahwa
keberkahan hidup tidak lepas dari akhlak mulia. Ia menuturkan kisah Hasan
al-Basri yang tetap bersabar meski rumahnya selama bertahun-tahun terkena
rembesan kotoran dari tetangganya. Alih-alih marah, Hasan al-Basri justru tetap
bersikap baik hingga akhirnya membuat tetangganya yang non-Muslim tersentuh dan
memeluk Islam.
“Ini bukti bahwa akhlak bisa
menjadi jalan dakwah paling kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa
Islam tidak hanya berhenti pada aspek akidah dan syariah semata, tetapi harus
disempurnakan dengan akhlak. Tanpa akhlak, menurutnya, ajaran Islam akan terasa
kaku dan kehilangan keindahannya.
“Banyak orang mudah menyalahkan dan
membid’ahkan orang lain, itu karena beragama hanya berhenti di akidah dan
syariah, tidak dilanjutkan dengan akhlak,” tambahnya.
Dalam kajian tersebut, juga
disampaikan bahwa salah satu cara mendapatkan rahmat Allah adalah dengan mengenang
dan meneladani kehidupan orang-orang saleh. Kisah-kisah mereka, kata Ustadz
Khafif, mampu menenangkan hati dan menghadirkan keteladanan nyata dalam
kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyinggung peran penting
keluarga, khususnya seorang ibu, dalam membentuk karakter dan akhlak anak.
Menurutnya, pendidikan batin dan spiritual dalam keluarga sangat dipengaruhi
oleh sosok ibu yang salehah.
Menutup kajian, Ustadz Khafif
mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kecintaan kepada orang-orang saleh dan
berharap agar keberkahan mereka dapat menular dalam kehidupan umat Islam.
“Semoga kita semua diberi keturunan
yang saleh, kehidupan yang penuh berkah, dan mampu meneladani akhlak para
ulama,” pungkasnya.
Kajian Subuh ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Masjid Agung Darussalam Bojonegoro yang selalu diikuti oleh masyarakat sebagai sarana memperdalam ilmu agama dan memperkuat spiritualitas.
