Adab Kepada Guru
Kajian rutin Kitab Hadis Riyadhus Sholihin kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag., yang membahas pentingnya adab kepada guru, persahabatan karena Allah, hingga pengaruh lingkungan terhadap keimanan seseorang, Sabtu, (6/6/2026).
Kajian
rutin Kitab Hadis Riyadhus Sholihin kembali digelar di
Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan dihadiri jamaah dari berbagai
kalangan. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag., yang
membahas pentingnya adab kepada guru, persahabatan karena Allah, hingga
pengaruh lingkungan terhadap keimanan seseorang, Sabtu, (6/6/2026).
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad
Rifki Azmi menekankan bahwa seorang santri atau murid harus memiliki keyakinan
dan kemantapan hati kepada gurunya. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat tidak
hanya diperoleh melalui kecerdasan, tetapi juga melalui keberkahan dan petunjuk
dari guru yang saleh. Ia mencontohkan bagaimana para ulama terdahulu sangat
menjaga adab kepada guru serta istiqamah menjalankan nasihat-nasihat yang
diberikan.
Beliau juga mengisahkan hubungan
para ulama besar dengan guru-guru mereka, termasuk kisah para santri yang diuji
kesabaran dan ketulusannya sebelum mendapatkan pengajaran khusus dari gurunya.
Hal tersebut menjadi pelajaran bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu merupakan
bagian penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.
Selain membahas hubungan murid dan
guru, kajian juga mengangkat kisah Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar
ketika mengunjungi Ummu Aiman, sosok pengasuh Rasulullah SAW semasa kecil.
Dalam kisah tersebut, Ummu Aiman menangis bukan karena wafatnya Rasulullah SAW
semata, tetapi karena terputusnya wahyu dari langit setelah wafatnya Nabi
Muhammad SAW. Kisah itu menggambarkan besarnya kecintaan para sahabat kepada
Rasulullah dan pentingnya menjaga hubungan dengan orang-orang saleh.
Ustadz Ahmad Rifki Azmi juga
menjelaskan hadis tentang keutamaan mencintai sesama karena Allah (mahabbah
fillah). Ia menerangkan bahwa persahabatan yang dibangun atas dasar
iman akan menjadi sebab datangnya pertolongan dan perlindungan Allah SWT di
hari kiamat. Menurutnya, manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan teman
bergaul, sehingga umat Islam dianjurkan mencari teman yang dapat menguatkan
ibadah dan akhlaknya.
Dalam kajian tersebut turut
disampaikan hadis perumpamaan teman yang baik seperti penjual minyak wangi,
sedangkan teman buruk diibaratkan seperti pandai besi. Lingkungan yang baik
dinilai mampu menjaga hati dan memperkuat semangat beribadah. Bahkan, beliau
menyinggung pentingnya memilih pasangan hidup yang memiliki agama dan akhlak
yang baik agar rumah tangga menjadi jalan menuju kebaikan.
Kajian rutin Riyadhus Sholihin di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang secara konsisten diikuti masyarakat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
