Detail Berita

Biasakan Dzikir Saat Keluar Rumah

Jamaah Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro mendapatkan tausiyah dari Kyai Kholidin tentang pentingnya membiasakan diri berdzikir dan berdoa dalam setiap aktivitas, khususnya ketika hendak keluar dari rumah, Ahad (20/9/2026).

Kuliah Shubuh

Jamaah Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro mendapatkan tausiyah dari Kyai Kholidin tentang pentingnya membiasakan diri berdzikir dan berdoa dalam setiap aktivitas, khususnya ketika hendak keluar dari rumah, Ahad (20/9/2026).

Dalam kajiannya, Kyai Kholidin menjelaskan hadis yang diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengenai doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika keluar dari rumah.

Doa tersebut di antaranya berbunyi:

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, Allahumma inni a’udzu bika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.”

Menurut Kyai Kholidin, doa tersebut mengandung permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar seseorang tidak tersesat maupun disesatkan, tidak tergelincir maupun digelincirkan, tidak berbuat zalim maupun dizalimi, serta tidak melakukan kebodohan atau diperlakukan secara bodoh.

Ia menjelaskan, doa sebelum keluar rumah bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Ketika keluar dari rumah, Rasulullah SAW tidak lupa membaca doa. Ini menunjukkan bahwa setiap aktivitas seorang Muslim hendaknya diawali dengan mengingat Allah,” jelasnya dalam kajian.

Kyai Kholidin kemudian mengingatkan jamaah agar membiasakan membaca:

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah.”

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, orang yang membaca doa tersebut akan mendapatkan penjagaan dan kecukupan dari Allah SWT serta dijauhkan dari gangguan setan.

Menurutnya, kebiasaan berdzikir juga menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan seorang Muslim agar senantiasa berada dalam petunjuk Allah. Karena itu, dzikir hendaknya tidak hanya dilakukan ketika berada di masjid, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.

Kyai Kholidin juga mengingatkan jamaah agar tidak mengikuti kebiasaan masyarakat jahiliyah yang menjadikan tanda-tanda tertentu, seperti arah terbang burung, sebagai pertanda baik atau buruk dalam menentukan perjalanan. Seorang Muslim, menurutnya, harus berpegang kepada petunjuk Allah dan bertawakal kepada-Nya.

Selain doa ketika keluar rumah, Kyai Kholidin mengajak jamaah membiasakan membaca basmalah dalam berbagai aktivitas. Membaca Bismillahirrahmanirrahim sebelum melakukan pekerjaan merupakan bentuk mengingat Allah sekaligus memohon keberkahan dalam aktivitas yang dilakukan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengucapkan salam ketika memasuki rumah. Menurutnya, salam merupakan bagian dari ajaran Islam yang membawa keberkahan bagi seseorang dan keluarganya.

Kyai Kholidin mengutip pesan Rasulullah SAW kepada Anas bin Malik agar ketika memasuki rumah senantiasa mengucapkan salam. Dengan demikian, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh orang yang mengucapkannya, tetapi juga oleh anggota keluarga dan penghuni rumah.

“Jangan lupa mengucapkan salam ketika masuk rumah. Karena mengucapkan salam itu ada keberkahannya, bukan hanya untuk kita, tetapi juga bagi keluarga,” pesan Kyai Kholidin.

Di akhir kajian, Kyai Kholidin mengajak jamaah untuk menjadikan dzikir, doa, basmalah, dan salam sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, amalan-amalan sederhana tersebut merupakan bagian dari upaya mengikuti sunnah Rasulullah SAW sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Kajian Shubuh tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar jamaah senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat, petunjuk, serta keberkahan dalam kehidupan.

“Rabbana zidna ‘ilman wa ‘azizan wa ‘uyunan,” demikian doa yang disampaikan pada penghujung kajian.