Detail Berita

Biasakan Dzikir dan Doa dalam Setiap Aktivitas

Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro diisi tausiyah oleh Kyai Kholidin. Dalam kajiannya, beliau mengajak jamaah untuk membiasakan berdzikir dan membaca doa dalam berbagai aktivitas sehari-hari, khususnya ketika memasuki dan keluar rumah, makan, serta menjalankan ibadah, Rabu, (23/9/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro diisi tausiyah oleh Kyai Kholidin. Dalam kajiannya, beliau mengajak jamaah untuk membiasakan berdzikir dan membaca doa dalam berbagai aktivitas sehari-hari, khususnya ketika memasuki dan keluar rumah, makan, serta menjalankan ibadah, Rabu, (23/9/2026).

Kyai Kholidin mengawali kajian dengan menjelaskan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika seseorang memasuki rumah. Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan ketika masuk maupun keluar rumah, disertai sikap tawakal kepada-Nya.

Menurutnya, seorang Muslim hendaknya tidak masuk rumah tanpa mengingat Allah. Membaca basmalah, berdzikir, dan mengucapkan salam merupakan kebiasaan yang perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Kyai Kholidin menjelaskan bahwa ketika seseorang memasuki rumah dengan menyebut nama Allah dan mengucapkan salam, keberkahan tidak hanya diperoleh oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh penghuni rumah.

“Ketika masuk rumah, jangan sampai tidak membaca bismillah dan tidak berdzikir kepada Allah,” pesannya kepada jamaah.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya mengucapkan salam ketika masuk rumah. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam kajian, salam menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan bagi orang yang mengucapkannya maupun keluarganya yang berada di dalam rumah.

Dalam kajian tersebut, Kyai Kholidin juga membahas hadis tentang tiga golongan yang mendapatkan jaminan atau perlindungan dari Allah SWT.

Golongan pertama adalah orang yang keluar untuk berjuang di jalan Allah. Golongan kedua adalah orang yang senantiasa mendatangi masjid untuk melaksanakan ibadah. Sedangkan golongan ketiga adalah seseorang yang masuk rumah dengan mengucapkan salam.

Menurut Kyai Kholidin, hadis tersebut merupakan kabar gembira bagi umat Islam agar senantiasa berusaha menjalankan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia berharap jamaah yang hadir dalam Kajian Shubuh dapat termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan perlindungan Allah.

Kyai Kholidin selanjutnya mengingatkan jamaah mengenai pentingnya membaca basmalah sebelum makan dan minum.

Ia menjelaskan bahwa meninggalkan dzikir dan tidak membaca basmalah dalam aktivitas sehari-hari dapat membuka peluang bagi setan untuk mengganggu manusia. Karena itu, membaca Bismillah sebelum makan merupakan kebiasaan sederhana yang perlu terus dilatih.

“Bismillah itu penting,” tegasnya dalam kajian.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut memang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan usaha agar dapat dilakukan secara istiqamah.

Tidak hanya ketika makan dan memasuki rumah, Kyai Kholidin juga menjelaskan pentingnya membaca basmalah sebelum hubungan suami istri.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak melupakan doa dan dzikir yang telah diajarkan Rasulullah SAW dalam berbagai keadaan, termasuk dalam kehidupan keluarga.

Menurutnya, membiasakan doa dalam kehidupan keluarga merupakan bagian dari upaya menjalankan tuntunan Rasulullah SAW dan menjaga keluarga agar senantiasa berada dalam keberkahan Allah SWT.

Selain basmalah, Kyai Kholidin juga mengajak jamaah membiasakan mengucapkan Alhamdulillahirabbil 'alamin ketika memperoleh nikmat.

Ia mencontohkan Rasulullah SAW yang senantiasa memuji Allah ketika kembali ke rumah. Ucapan hamdalah menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah SWT.

Menurutnya, amalan tersebut tampak sederhana dan mudah dilakukan, tetapi harus dibiasakan sejak kecil hingga dewasa agar menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.

Menutup kajiannya, Kyai Kholidin kembali mengajak jamaah untuk membiasakan mengucapkan salam, baik ketika memasuki rumah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menekankan bahwa berbagai amalan sederhana seperti basmalah, salam, dzikir, dan hamdalah seharusnya tidak hanya dipahami sebagai ucapan, tetapi dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kebiasaan tersebut, seorang Muslim diharapkan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas, memperoleh keberkahan, serta menjaga diri dan keluarganya dalam kebaikan.

Kajian Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa mengamalkan tuntunan Rasulullah SAW dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.