Adab Memuliakan Ulama dan Orang Tua
Kajian rutin Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag. tersebut membahas pentingnya memuliakan ulama, menghormati orang tua, serta menjaga keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama, Sabtu, (30/5/2026).
Kajian
rutin Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar di Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro dengan diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Kajian yang
disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag. tersebut membahas pentingnya
memuliakan ulama, menghormati orang tua, serta menjaga keseimbangan dalam
menjalankan ajaran agama, Sabtu, (30/5/2026).
Dalam
pemaparannya, Ustadz Ahmad Rifki Azmi menjelaskan kisah para sahabat yang gugur
dalam Perang Uhud. Rasulullah SAW saat itu memakamkan dua sahabat dalam satu
liang lahat karena kondisi darurat. Namun, Nabi tetap mendahulukan sahabat yang
lebih banyak hafalan Al-Qur’annya untuk ditempatkan lebih utama di dalam kubur.
Hal itu menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan orang yang berilmu dan dekat
dengan Al-Qur’an.
Ia
juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menghormati orang
yang lebih tua. Dalam hadis tersebut, Nabi mengajarkan agar mendahulukan orang
yang lebih sepuh ketika keduanya memiliki kedudukan dan keutamaan yang sama.
Selain
itu, kajian juga menyinggung sikap pertengahan dalam Islam. Menurut Ustadz
Ahmad Rifki Azmi, kebaikan berada di tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak
meremehkan. Sikap ekstrem dalam agama maupun kehidupan sehari-hari dinilai
dapat membawa seseorang keluar dari keseimbangan ajaran Islam.
Dalam
kesempatan tersebut, ia turut mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa termasuk
bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan orang tua Muslim, penghafal
Al-Qur’an yang mengamalkan isinya, serta pemimpin yang adil. Ia juga menegaskan
bahwa seseorang bukan termasuk golongan Nabi apabila tidak menyayangi yang muda
dan tidak menghormati yang tua.
Kajian
semakin menarik ketika Ustadz Ahmad Rifki Azmi menjelaskan pentingnya pemimpin
dikelilingi orang-orang berilmu. ia mencontohkan kepemimpinan Sayyidina Umar
bin Khattab yang selalu bermusyawarah dengan para sahabat ahli Al-Qur’an dan
ulama agar keputusan yang diambil tetap sesuai tuntunan agama.
Di
akhir kajian, jamaah diajak untuk menjaga adab kepada guru, ulama, orang tua,
dan sesama manusia sebagai bagian dari akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW
dalam Kitab Riyadhus Sholihin.
