Detail Berita

Allah Sebagai Sandaran Utama

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin setelah pelaksanaan Sholat Shubuh berjamaah pada Jumat pagi. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dengan pembahasan kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, Jum’at (19/6/2026).

Kuliah Shubuh

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin setelah pelaksanaan Sholat Shubuh berjamaah pada Jumat pagi. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dengan pembahasan kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, Jum’at (19/6/2026).

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Rifki Azmi mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas taufik dari Allah SWT yang masih memberikan kesempatan menunaikan ibadah Sholat Shubuh berjamaah dan menghadiri majelis ilmu.

Pada kesempatan tersebut, beliau mengulas pentingnya menyadari bahwa segala kebaikan, ibadah, dan kemampuan menjauhi kemaksiatan sejatinya merupakan bentuk penjagaan dan pertolongan Allah SWT. Karena itu, manusia tidak boleh terjerumus pada sikap ujub atau merasa hebat atas amal yang dilakukan.

Kajian kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai hakikat teman sejati atau sahabat yang sebenarnya. Mengutip hikmah dari Imam Ibnu Athaillah, dijelaskan bahwa sebaik-baik sahabat adalah mereka yang mendampingi bukan karena keuntungan duniawi atau manfaat yang bisa diperoleh dari diri kita.

Beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, banyak hubungan pertemanan dibangun atas dasar kepentingan, baik urusan bisnis, pekerjaan, maupun manfaat dunia lainnya. Namun persahabatan sejati adalah hubungan yang dilandasi ketulusan, saling menguatkan dalam kebaikan, serta membantu menjaga satu sama lain agar tetap berada di jalan Allah.

Sebagai contoh, beliau mengisahkan eratnya persahabatan antara Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal yang saling mendukung dalam perjuangan menegakkan akidah dan kebenaran. Persahabatan seperti inilah yang menghadirkan manfaat dunia sekaligus keberkahan akhirat.

Di akhir kajian, Ustadz Ahmad Rifki Azmi menegaskan bahwa sahabat paling sejati bagi seorang hamba adalah Allah SWT. Sebab Allah tidak pernah membutuhkan keuntungan apa pun dari manusia, sementara seluruh cinta dan kedekatan kepada Allah akan selalu menghadirkan rahmat, ketenangan, serta kebaikan bagi kehidupan seorang mukmin.

Kajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk mencintai Allah di atas segala-galanya dan membangun hubungan persaudaraan yang dilandasi keikhlasan karena-Nya.

“Sahabat terbaik adalah Allah SWT, karena hanya Dia yang memberi tanpa pernah membutuhkan balasan dari hamba-Nya.”