Berbakti Kepada Orang Tua
Kajian rutin setelah salat Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan penuh khidmat. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad yang mengajak jamaah untuk terus menjaga istiqamah dalam beribadah, memperbanyak zikir, serta memuliakan kedua orang tua, Senin (8/6/2026).
Kajian
rutin setelah salat Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali
digelar dengan penuh khidmat. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan
oleh KH. Abdul Aziz Ahmad yang mengajak jamaah untuk terus menjaga istiqamah
dalam beribadah, memperbanyak zikir, serta memuliakan kedua orang tua, Senin
(8/6/2026).
Dalam
tausiyahnya, KH. Abdul Aziz Ahmad mengawali dengan mengajak jamaah mensyukuri
nikmat sehat, iman, dan Islam yang diberikan Allah SWT sehingga masih diberi
kesempatan untuk berjamaah di masjid.
“Iman
dan Islam adalah nikmat agung dari Allah. Mudah-mudahan kita diwafatkan dalam
keadaan husnul khatimah dengan mengucapkan la ilaha illallah,” tuturnya di
hadapan jamaah.
Beliau
kemudian menyampaikan kisah Isra Mi’raj Rasulullah SAW sebagai pelajaran
tentang kemuliaan amal istiqamah. Menurutnya, amal yang dilakukan terus-menerus
meskipun sedikit akan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.
KH.
Abdul Aziz Ahmad mengibaratkan istiqamah seperti menggali sumur sedikit demi
sedikit hingga akhirnya menemukan sumber air. Ia menegaskan bahwa wirid dan
zikir tidak boleh dilakukan secara musiman atau mudah ditinggalkan ketika rasa
bosan datang.
“Sedikit
tetapi istiqamah lebih baik daripada banyak namun terputus-putus,” jelasnya.
Dalam
kajian tersebut, beliau juga menekankan pentingnya zikir sebagai amalan ringan
namun memiliki keutamaan besar. Menurutnya, zikir tidak membutuhkan biaya,
mudah dilakukan, dan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia
menjelaskan bahwa banyak ulama thariqah mengajarkan zikir sebagai langkah awal
untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Selain
itu, KH. Abdul Aziz Ahmad mengingatkan jamaah agar memakmurkan masjid. Ia
menyebut orang yang hatinya terpaut dengan masjid akan mendapatkan naungan
Allah SWT di hari kiamat.
“Masjid
harus hidup dengan jamaah, zikir, membaca Al-Qur’an, dan silaturahim. Dari
jamaah itulah rahmat Allah turun,” ungkapnya.
Di
akhir tausiyah, beliau mengajak jamaah untuk terus berbakti kepada kedua orang
tua. Menurutnya, ridha Allah sangat berkaitan dengan ridha orang tua.
“Berbuat
baik kepada orang tua adalah pintu surga yang dekat dengan kita. Jangan sampai
menyakiti hati keduanya,” pesannya.
Kajian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh jamaah diberikan hati yang istiqamah dalam berzikir, mencintai masjid, serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.
