Detail Berita

Bulan Syaban Momentum Persiapan Spiritual Menuju Ramadan

Bojonegoro, Bulan Syaban dinilai sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadan. Hal itu disampaikan dalam kajian Subuh di Masjid Darussalam, Bojonegoro, Kamis, (22/1/2026).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro, Bulan Syaban dinilai sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadan. Hal itu disampaikan dalam kajian Subuh di Masjid Darussalam, Bojonegoro, Kamis, (22/1/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustadz Hasan Nur mengingatkan bahwa Syaban sering kali terlewatkan oleh sebagian umat Islam karena posisinya yang diapit dua bulan mulia, Rajab dan Ramadan. Padahal, Syaban memiliki keutamaan besar dan disebut sebagai bulan yang dimuliakan Allah SWT.

“Syaban adalah bulan persiapan. Jika Rajab diibaratkan sebagai waktu menanam amal dan Ramadan sebagai masa panen, maka Syaban adalah bulan menyirami,” ujar Ustadz Hasan di hadapan jamaah.

Keutamaan Syaban, menurut Ustadz Hasan, telah banyak dijelaskan para ulama. Salah satunya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, ulama Mekkah, yang secara khusus menulis kitab tentang keistimewaan bulan Syaban dan amalan-amalan yang dianjurkan di dalamnya. Dalam kajian itu juga disampaikan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut Syaban sebagai bulan yang memiliki kedudukan agung di antara bulan-bulan lainnya.

Salah satu peristiwa penting dalam bulan Syaban adalah malam Nisfu Syaban. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa pada malam itu, Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat dan ampunan-Nya secara luas. Namun, ampunan tersebut tidak diberikan kepada orang-orang yang masih melakukan perbuatan syirik, permusuhan, praktik perdukunan, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, serta mereka yang memutus tali persaudaraan, kecuali jika mereka bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Ustadz Hasan juga mengajak jamaah menjadikan Syaban sebagai waktu memperbanyak istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, salat sunah, sedekah, membaca Al Quran, serta melaksanakan puasa sunah, termasuk puasa Nisfu Syaban. Amalan-amalan tersebut disebut sebagai bentuk kesiapan batin dalam menyambut Ramadan.

Selain itu, jamaah juga diingatkan akan tradisi membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali pada malam Nisfu Syaban, dengan niat memohon panjang umur dalam ketaatan, perlindungan dari musibah, serta rezeki yang halal dan berkah. Tradisi ini, menurut Ustadz Hasan, telah lama dipraktikkan di berbagai masjid dan musala di Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar spiritual umat.

Menutup kajian, Ustadz Hasan menekankan bahwa Syaban merupakan bulan penuh keistimewaan yang tidak semestinya diabaikan. Dengan memanfaatkan Syaban untuk memperbaiki kualitas ibadah, umat Islam diharapkan dapat memasuki Ramadan dalam kondisi spiritual yang lebih siap dan matang.

Kajian Subuh tersebut diakhiri dengan doa bersama agar jamaah diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, keselamatan dari berbagai musibah, serta kemampuan untuk menjalani ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk dan bermakna.