Detail Berita

Dunia Adalah Ladang Akhirat

Kajian Rutin Ba'da Shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Jumat pagi dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Abuya Hasan Nur. Dalam kajiannya, beliau mengajak umat Islam untuk lebih bijaksana menjalani kehidupan dunia dengan menjadikannya sebagai bekal menuju kehidupan akhirat, Kamis (30/7/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian Rutin Ba'da Shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Jumat pagi dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Abuya Hasan Nur. Dalam kajiannya, beliau mengajak umat Islam untuk lebih bijaksana menjalani kehidupan dunia dengan menjadikannya sebagai bekal menuju kehidupan akhirat, Kamis (30/7/2026).

Abuya Hasan Nur mengawali ceramah dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, umur panjang, serta kesempatan beribadah yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, setiap nikmat hendaknya dibalas dengan meningkatkan ketakwaan melalui ketaatan kepada perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam kajian tersebut, beliau mengingatkan bahwa kehidupan dunia penuh dengan berbagai kesenangan yang sering kali membuat manusia lalai. Padahal, seluruh perbuatan, sekecil apa pun, kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

"Dunia adalah ladang akhirat. Apa yang kita tanam di dunia, itulah yang akan kita panen di akhirat," pesan Abuya Hasan Nur kepada jamaah.

Beliau menjelaskan bahwa setiap orang diberi kebebasan memilih jalan hidupnya. Namun, pilihan tersebut akan menentukan nasib seseorang di akhirat, apakah mengantarkannya menuju surga atau sebaliknya. Oleh karena itu, umat Islam diminta lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan hidup dan tidak terbuai oleh kesenangan dunia yang bersifat sementara.

Mengutip teladan Rasulullah SAW, Abuya Hasan Nur menyampaikan bahwa terdapat beberapa perkara dunia yang dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah menyukai wewangian, memiliki istri yang salehah, serta memperoleh ketenangan dalam menjalankan shalat. Ketiga hal tersebut, menurut beliau, bukan sekadar kesenangan duniawi, tetapi juga memiliki nilai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan menggunakan wewangian ketika hendak melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Hal itu merupakan bentuk penghormatan kepada rumah Allah sekaligus menjaga kenyamanan jamaah lain agar dapat beribadah dengan khusyuk.

Pada kesempatan tersebut, Abuya Hasan Nur turut menyoroti pentingnya memilih pasangan hidup berdasarkan agama dan akhlak. Menurutnya, keluarga yang dibangun di atas fondasi kesalehan akan menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan, sedangkan mengabaikan aspek agama dalam memilih pasangan dapat memicu berbagai persoalan rumah tangga. Beliau juga mengingatkan para orang tua agar berperan aktif membimbing dan mengarahkan anak-anaknya dalam memilih pasangan yang baik sesuai tuntunan Islam.

Menutup kajiannya, Abuya Hasan Nur mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan mengamalkan sunnah-sunnah beliau, menjaga kualitas ibadah, serta berusaha meraih kekhusyukan dalam shalat. Menurutnya, ketenangan dalam shalat merupakan salah satu kenikmatan yang dicintai Rasulullah SAW dan menjadi jalan untuk memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.

Kajian Subuh yang rutin diselenggarakan di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi salah satu sarana pembinaan keislaman bagi masyarakat. Melalui materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, jamaah diharapkan mampu mengamalkan ajaran Islam secara utuh, menjadikan dunia sebagai ladang amal, serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.