Ibadah Berkualitas, Jalan Menuju Allah
Kajian rutin setelah sholat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan penuh khidmat dan diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema pentingnya meningkatkan kualitas ibadah agar benar-benar mendekatkan diri kepada Allah SWT, Selasa (23/6/2026).
Kajian
rutin setelah sholat Subuh di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro kembali digelar dengan penuh khidmat dan diikuti
jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan
oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema
pentingnya meningkatkan kualitas ibadah agar benar-benar mendekatkan diri
kepada Allah SWT, Selasa (23/6/2026).
Dalam kajiannya, Ustadz Khafif
Ahmaruddin menyampaikan riwayat dari sahabat Abdullah bin Mas’ud RA yang
mengingatkan bahwa tidak sedikit manusia terlena oleh nikmat, terjebak fitnah
dunia, bahkan merasa bangga dengan amal ibadah yang dimiliki. Menurut beliau,
kondisi tersebut menjadi peringatan agar umat Islam tidak hanya fokus pada
banyaknya amal, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak ibadah dalam
kehidupan sehari-hari.
Beliau menegaskan bahwa ibadah yang
sejati adalah ibadah yang mampu melahirkan qolbun salim atau hati
yang bersih, serta semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Sebaliknya,
ibadah yang hanya sebatas rutinitas tanpa membentuk akhlak justru berpotensi
menjauhkan seseorang dari nilai-nilai ketakwaan.
Dalam tausiyah tersebut, jamaah
juga diajak mengambil pelajaran dari berbagai fenomena di masyarakat, di mana
ada orang yang secara lahiriah tampak rajin beribadah namun masih mudah
tergelincir dalam godaan hawa nafsu, syahwat, maupun perilaku yang bertentangan
dengan ajaran agama. Hal itu menjadi tanda bahwa ibadah belum sepenuhnya
memberi pengaruh pada hati dan perilaku.
Ustadz Khafif Ahmaruddin juga
mengutip nasihat para ulama, di antaranya Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari,
tentang tiga sikap yang harus dihadirkan saat beribadah. Pertama, merasa
bersyukur karena mampu beribadah atas pertolongan Allah. Kedua, menyadari bahwa
ibadah yang dilakukan masih penuh kekurangan. Ketiga, tidak merasa bangga atau
besar diri atas amal yang telah dilakukan.
Beliau menekankan bahwa seorang
muslim sebaiknya tidak berlomba hanya memperbanyak amal, tetapi terlebih dahulu
fokus memperbaiki kualitas ibadah agar setiap amal benar-benar diterima oleh
Allah SWT.
Kajian Subuh ditutup dengan ajakan
kepada seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai
kesempatan memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah, meningkatkan keikhlasan,
serta menghadirkan ibadah yang melahirkan hati yang bersih dan akhlak yang
lebih baik.
Kegiatan kajian rutin selepas Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini terus menjadi ruang pembinaan spiritual bagi masyarakat dalam memperdalam ilmu agama dan memperkuat kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
