Ikhtiar dalam Mencari Rezeki
Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin setelah Sholat Shubuh yang diikuti jamaah dengan penuh khidmat. Kajian tersebut disampaikan oleh KH. Ahmad Maimun Syafi'i dengan pembahasan tafsir Al-Qur’an Surat Maryam mengenai kisah Sayyidah Maryam saat diperintahkan Allah SWT menggoyangkan pohon kurma. Sabtu(30/5/2026).
Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin
setelah Sholat Shubuh yang diikuti jamaah dengan penuh khidmat. Kajian tersebut
disampaikan oleh KH. Ahmad Maimun Syafi'i dengan
pembahasan tafsir Al-Qur’an Surat Maryam mengenai kisah Sayyidah Maryam saat
diperintahkan Allah SWT menggoyangkan pohon kurma. Sabtu(30/5/2026).
Dalam penjelasannya, KH. Ahmad
Maimun Syafi’i menerangkan bahwa perintah Allah kepada Sayyidah Maryam untuk
menggoyangkan pohon kurma mengandung pelajaran besar tentang pentingnya usaha
dan ikhtiar dalam kehidupan. Meskipun Allah Maha Kuasa memberi rezeki secara
langsung, manusia tetap diperintahkan untuk bergerak, bekerja, dan berusaha.
Beliau menegaskan bahwa konsep tawakal
tidak berarti berpangku tangan tanpa usaha. Menurutnya, Islam mengajarkan
keseimbangan antara bekerja dan berserah diri kepada Allah SWT. Beliau mengutip
penjelasan ulama bahwa rezeki memang telah ditentukan, namun manusia tetap
diwajibkan menempuh sebab dan ikhtiar untuk mendapatkannya.
Dalam kajian tersebut juga
dijelaskan bahwa bekerja merupakan bagian dari sunatullah. KH. Ahmad Maimun
Syafi’i mengingatkan jamaah agar tidak bermalas-malasan dan tetap
bersungguh-sungguh mencari nafkah yang halal. Bahkan, menurut beliau, seseorang
yang telah berkeluarga tidak diperbolehkan hidup menganggur tanpa alasan yang
dibenarkan syariat.
Selain membahas pentingnya usaha,
beliau juga menyinggung maqam tawakal dan tajrid dalam kehidupan spiritual. Ada
sebagian orang yang diberi kecukupan tanpa terlihat banyak bekerja, namun hal
tersebut bukan alasan bagi semua orang untuk meninggalkan usaha. Setiap manusia
memiliki keadaan dan ketentuan masing-masing dari Allah SWT.
Kajian ditutup dengan harapan agar jamaah dapat mengambil hikmah dari ayat-ayat Al-Qur’an yang dibahas, terutama dalam menjalani kehidupan dengan penuh ikhtiar, tawakal, dan keyakinan kepada Allah SWT.
