Detail Berita

Menjaga Diri dari Maksiat

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin setelah salat Subuh yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dengan pembahasan mendalam mengenai pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat serta memahami hakikat perlindungan Allah SWT terhadap hamba-Nya, Kamis (4/6/2026).

Kuliah Shubuh

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin setelah salat Subuh yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi dengan pembahasan mendalam mengenai pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat serta memahami hakikat perlindungan Allah SWT terhadap hamba-Nya, Kamis (4/6/2026).

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Rifki Azmi menjelaskan bahwa Allah SWT memiliki dua bentuk “penutupan” terhadap manusia. Pertama, Allah menutupi seseorang agar tidak sampai terjerumus dalam kemaksiatan. Kedua, Allah menutupi aib dan dosa seseorang agar tidak diketahui oleh orang lain.

Beliau mengutip penjelasan dari kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari tentang perbedaan antara perlindungan yang menjaga manusia dari melakukan dosa dan perlindungan yang hanya menutupi dosa setelah dilakukan. Menurutnya, perlindungan terbaik adalah ketika seseorang dijaga oleh Allah agar tidak melakukan kemaksiatan sejak awal.

“Jangan hanya meminta agar aib ditutupi manusia, tetapi mintalah kepada Allah agar dijauhkan dari maksiat itu sendiri,” terang beliau di hadapan jamaah.

Dalam kajian tersebut, beliau juga mencontohkan kisah para nabi dan orang-orang saleh yang mendapatkan penjagaan khusus dari Allah SWT. Salah satunya adalah kisah Nabi Yusuf AS yang lebih memilih dipenjara daripada harus terjerumus dalam godaan maksiat.

Selain itu, beliau mengingatkan bahaya melakukan dosa secara terang-terangan. Menurutnya, kemaksiatan yang diumbar bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi contoh buruk bagi masyarakat luas.

“Semua umatku bisa mendapatkan ampunan kecuali mereka yang terang-terangan dalam berbuat maksiat,” ungkapnya sambil mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Ahmad Rifki Azmi juga mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas iman dengan menumbuhkan rasa muraqabah, yakni kesadaran bahwa setiap gerak-gerik manusia selalu diawasi oleh Allah SWT.

Beliau menegaskan bahwa orang yang benar-benar mencintai Allah akan lebih takut kehilangan ridha Allah dibanding kehilangan penilaian baik dari manusia. Karena itu, seorang mukmin hendaknya tidak hanya menjaga citra di hadapan manusia, tetapi juga menjaga hati dan amal di hadapan Allah SWT.

Kajian Subuh ditutup dengan doa bersama dan pembacaan Al-Fatihah yang diikuti seluruh jamaah dengan penuh khidmat. Kegiatan rutin ini menjadi salah satu sarana memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di Bojonegoro sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah.