Detail Berita

Rahmat Allah dalam Menerima Amal

Kegiatan kajian rutin setelah Sholat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan penuh khidmat dan antusias jamaah. Kajian tersebut disampaikan oleh Ust. Ahmad Rifki Azmi, M.Ag., yang mengupas kandungan Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, Jum’at (29/5/2026).

Kuliah Shubuh

Kegiatan kajian rutin setelah Sholat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan penuh khidmat dan antusias jamaah. Kajian tersebut disampaikan oleh Ust. Ahmad Rifki Azmi, M.Ag., yang mengupas kandungan Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, Jum’at (29/5/2026).

Dalam tausiyahnya, Ust. Ahmad Rifki Azmi menjelaskan bahwa setiap amal manusia pada hakikatnya memiliki banyak kekurangan. Namun, karena kasih sayang dan rahmat Allah SWT, amal tersebut tetap dapat diterima. Ia mengutip salah satu hikmah dalam Kitab Al-Hikam yang menerangkan bahwa tanpa kemurahan Allah yang menutupi kekurangan amal manusia, maka tidak ada amal yang benar-benar layak diterima di sisi-Nya.

Ustadz Rifki juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam beribadah. Menurutnya, ikhlas merupakan syarat utama diterimanya amal, meskipun mencapai keikhlasan yang sempurna bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, seorang hamba harus senantiasa memohon pertolongan dan rahmat Allah dalam setiap ibadah yang dilakukan.

Dalam kajian tersebut, jamaah diajak untuk tidak sombong terhadap amal ibadah yang telah dilakukan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk semakin merasa membutuhkan rahmat dan ampunan Allah SWT. Ust. Ahmad Rifki Azmi juga memberikan perumpamaan sederhana tentang seorang ayah yang tetap menghargai gambar sederhana buatan anaknya, sebagai gambaran kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berusaha beribadah dengan tulus.

Kajian Subuh rutin di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang terus diminati masyarakat. Selain menambah wawasan keislaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Bojonegoro.