Rendah Hatilah dalam Beribadah
Kajian rutin setelah Sholat Shubuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan menghadirkan Ustadz Ahmad Rifki Azmi sebagai pemateri. Dalam kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari tersebut, jamaah diajak memahami pentingnya kerendahan hati dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, Rabu (3/6/2026).
Kajian
rutin setelah Sholat Shubuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro dengan menghadirkan Ustadz Ahmad Rifki Azmi sebagai pemateri. Dalam
kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari tersebut, jamaah diajak
memahami pentingnya kerendahan hati dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
SWT, Rabu (3/6/2026).
Pada
awal kajian, Ustadz Ahmad Rifki Azmi menegaskan bahwa setiap amal manusia
memiliki banyak kekurangan. Namun, kasih sayang Allah SWT menjadi sebab
diterimanya amal-amal tersebut. Ia mengibaratkan kasih sayang Allah seperti
orang tua yang tetap bangga terhadap gambar sederhana buatan anaknya meskipun
hasilnya belum sempurna.
Menurutnya,
seseorang yang menjalankan ibadah dan ketaatan justru sangat membutuhkan rahmat
serta pertolongan Allah SWT agar terhindar dari penyakit hati seperti ujub,
sombong, dan merasa lebih baik dari orang lain. Ia menjelaskan bahwa orang yang
rajin beribadah berpotensi terjebak dalam kesombongan apabila tidak
berhati-hati menjaga hati dan niatnya.
Dalam
kajian tersebut, Ustadz Ahmad Rifki Azmi juga menyinggung bahwa pelaku maksiat
terkadang lebih mudah menyadari kelemahan dirinya sehingga muncul rasa butuh
terhadap ampunan Allah SWT. Sebaliknya, orang yang banyak beramal saleh justru
harus lebih waspada karena ketaatan bisa melahirkan rasa bangga terhadap diri
sendiri apabila tidak disertai kerendahan hati.
Ia
kemudian mengutip kisah ulama besar asal Mesir, Syekh Mutawalli As-Sya’rawi.
Diceritakan bahwa ketika mendapat penghormatan luar biasa dari masyarakat,
Syekh Sya’rawi justru memilih membersihkan toilet masjid sebagai bentuk menjaga
hati agar tidak terlena oleh pujian manusia. Kisah tersebut dijadikan teladan
tentang pentingnya melawan sifat sombong dan menjaga keikhlasan dalam berdakwah
maupun beribadah.
Ustadz
Ahmad Rifki Azmi menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan seseorang untuk
meremehkan ibadah ataupun sengaja berbuat maksiat. Namun, apabila seseorang
terjatuh dalam kesalahan, maka hendaknya kesalahan itu menjadi jalan untuk
semakin mendekat kepada Allah SWT melalui taubat, rasa hina di hadapan-Nya, dan
memperbaiki diri.
Kajian ditutup dengan ajakan kepada jamaah untuk terus menjaga hati dalam beribadah, memperbanyak rasa syukur, serta senantiasa memohon pertolongan Allah SWT agar dijauhkan dari penyakit hati yang dapat merusak amal kebaikan.
