Rahasia Rumah Tangga Harmonis dan Akhlak Rasulullah
Masjid Agung Darussalam kembali menggelar kajian rutin setelah salat Subuh yang diikuti jamaah. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema membangun keluarga harmonis melalui akhlak dan keteladanan para nabi, Ahad (31/5/2026).
Masjid Agung Darussalam kembali menggelar kajian rutin
setelah salat Subuh yang diikuti jamaah. Kajian kali ini disampaikan oleh
Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema
membangun keluarga harmonis melalui akhlak dan keteladanan para nabi, Ahad
(31/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustadz Khafif
menjelaskan bahwa salah satu kunci lahirnya keturunan saleh adalah kualitas
hubungan dalam rumah tangga. Ia mencontohkan keluarga Nabi Ibrahim AS yang
melahirkan banyak keturunan mulia hingga dikenal sebagai “Abul Anbiya” atau
bapaknya para nabi.
Menurutnya, pernikahan yang
harmonis, penuh kasih sayang, dan selalu melibatkan Allah SWT akan melahirkan
keluarga yang kuat. Ia menekankan pentingnya menjaga salat, memperbanyak
sholawat, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu poin utama yang dibahas
adalah akhlak at-taghaful,
yakni kemampuan melupakan kesalahan orang lain dan mudah memaafkan. Ustadz
Khafif menjelaskan bahwa Rasulullah SAW dikenal sangat mudah memaafkan, bahkan
kepada orang-orang yang sebelumnya menjadi musuh Islam.
“Kalau dalam keluarga suami dan
istri mudah memaafkan, maka hubungan akan kembali erat dan harmonis,” ujarnya
di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan rumah tangga
tidak selalu berujung pada saling menyalahkan, melainkan dimulai dengan
introspeksi diri.
Selain itu, ia mengajak jamaah
untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an dan majelis ilmu. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan
sumber rahmat Allah yang akan menguatkan kehidupan keluarga apabila dijaga
dengan adab dan niat yang baik.
Di akhir kajian, Ustadz Khafif
menyampaikan empat pilar penting dalam membangun rumah tangga, yakni
mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak sholawat dan meneladani akhlak
Rasulullah, menjaga hubungan dengan Al-Qur’an dan ilmu, serta
bersungguh-sungguh mencari rezeki halal demi keluarga.
Kajian
ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh jamaah diberikan keluarga
yang sakinah, harmonis, serta dikaruniai keturunan saleh dan salehah.
