Jangan Berlebihan Mengejar Dunia
Kajian rutin setelah Shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali digelar dengan khidmat pada Sabtu pagi. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Khusnul Khotib dengan tema penting tentang rasa syukur, kecukupan hidup, serta bahaya manusia yang terlalu larut mengejar urusan dunia hingga melupakan akhirat, Sabtu (6/6/2026).
Kajian
rutin setelah Shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali digelar dengan
khidmat pada Sabtu pagi. Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Khusnul Khotib
dengan tema penting tentang rasa syukur, kecukupan hidup, serta bahaya manusia
yang terlalu larut mengejar urusan dunia hingga melupakan akhirat, Sabtu
(6/6/2026).
Dalam
tausiyahnya, Ustadz Khusnul Khotib mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur
kepada Allah SWT atas nikmat yang sering kali dianggap biasa dalam kehidupan
sehari-hari. Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad SAW mengenai tiga nikmat besar
yang membuat seseorang seakan telah memiliki dunia beserta isinya.
“Tiga
perkara itu adalah ketika seseorang bangun tidur dalam keadaan aman di
lingkungannya, tubuhnya sehat, dan memiliki makanan yang cukup untuk hari itu,”
terang beliau di hadapan jamaah.
Menurutnya,
masyarakat Bojonegoro patut bersyukur karena masih dapat hidup dalam suasana
aman dan tenteram. Selain itu, kesehatan serta kecukupan pangan juga menjadi
nikmat luar biasa yang sering terlupakan.
Beliau
menegaskan bahwa manusia sering kali merasa kurang, meskipun kebutuhan dasarnya
sebenarnya telah tercukupi. Sikap terlalu ambisius dalam mengejar dunia, kata
beliau, dapat membuat seseorang lupa beristirahat, lupa beribadah, bahkan lupa
bahwa kehidupan dunia suatu saat akan berakhir.
“Jangan
sampai manusia lupa mati karena terlalu sibuk mengejar dunia,” pesan beliau
mengingatkan jamaah.
Dalam
kajian tersebut, Ustadz Khusnul Khotib juga menjelaskan bahwa manusia perlu
menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Semangat mencari rezeki memang
penting, namun jangan sampai melalaikan ibadah dan persiapan menuju kehidupan
setelah kematian.
Beliau
juga menyinggung fenomena orang tua yang terlalu berlebihan memikirkan masa
depan anak hingga seluruh hidupnya habis hanya untuk urusan dunia. Padahal,
menurut beliau, segala sesuatu tetap memiliki batas dan ketentuan dari Allah
SWT.
Kajian
ditutup dengan ajakan untuk hidup sederhana, merasa cukup, dan terus
memperbanyak bekal amal saleh sebagai persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
“Kalau
daerah aman, badan sehat, dan makanan cukup, maka itu sudah nikmat luar biasa.
Tetap tersenyum dan terus bersyukur kepada Allah SWT,” pungkas beliau.
Kegiatan kajian rutin Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro tersebut diikuti jamaah putra dan putri dengan penuh kekhusyukan hingga akhir acara.
