Detail Berita

Jangan Sampai Menyesal di Akhirat

Kajian rutin setelah Salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali dilaksanakan dengan menghadirkan KH. Ahmad Maimun Syafi'i sebagai pemateri. Dalam kajian yang mengupas Surah Maryam ayat 38, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan hakikat kehidupan dunia dan akhirat serta pentingnya memanfaatkan nikmat Allah SWT untuk meraih keselamatan di hari kiamat, Sabtu (25/7/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin setelah Salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali dilaksanakan dengan menghadirkan KH. Ahmad Maimun Syafi'i sebagai pemateri. Dalam kajian yang mengupas Surah Maryam ayat 38, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan hakikat kehidupan dunia dan akhirat serta pentingnya memanfaatkan nikmat Allah SWT untuk meraih keselamatan di hari kiamat, Sabtu (25/7/2026).

KH. Ahmad Maimun Syafi'i menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman:

"Alangkah tajam pendengaran dan penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Akan tetapi orang-orang zalim pada hari ini berada dalam kesesatan yang nyata." (QS. Maryam: 38)

Beliau menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang kafir ketika berada di dunia. Mereka memiliki pendengaran, penglihatan, dan akal, namun tidak digunakan untuk mengenali tanda-tanda kebesaran Allah. Akibatnya, mereka hidup dalam kesesatan yang nyata dan baru menyadari kebenaran ketika telah berada di akhirat, saat penyesalan sudah tidak lagi bermanfaat.

Dalam penjelasannya, KH. Ahmad Maimun Syafi'i mengajak jamaah untuk memperhatikan berbagai bukti kekuasaan Allah yang begitu dekat dengan kehidupan manusia. Mulai dari proses penciptaan manusia di dalam rahim ibu, penciptaan Nabi Adam tanpa ayah dan ibu, kelahiran Nabi Isa AS tanpa seorang ayah, hingga berbagai tumbuhan yang tumbuh dari air yang sama namun menghasilkan rasa, warna, dan manfaat yang berbeda-beda. Semua itu menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Beliau juga mencontohkan nikmat berupa susu yang dihasilkan oleh hewan ternak. Meski berasal dari makanan sederhana seperti rumput dan dedaunan, Allah mampu mengubahnya menjadi minuman yang bersih, bergizi, dan bermanfaat bagi manusia. Fenomena tersebut menjadi bukti nyata kekuasaan Allah yang semestinya menguatkan keimanan setiap hamba.

KH. Ahmad Maimun Syafi'i menegaskan bahwa seluruh anggota tubuh yang diberikan Allah, seperti mata, telinga, dan akal, hendaknya digunakan untuk mengenal dan bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, jika nikmat tersebut diabaikan, seseorang akan mudah terjerumus dalam kesesatan sebagaimana yang digambarkan dalam ayat tersebut.

Selain itu, beliau mengingatkan jamaah tentang dahsyatnya Hari Kiamat. Pada hari itu seluruh manusia akan dihisab, kemudian menerima balasan sesuai amal yang telah dikerjakan selama hidup di dunia. Menurut beliau, penyesalan akan dirasakan oleh semua manusia. Orang yang banyak berbuat maksiat akan menyesal karena kelalaiannya, sedangkan orang yang telah beramal saleh pun masih berharap seandainya dahulu dapat melakukan kebaikan yang lebih banyak lagi.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Ahmad Maimun Syafi'i juga menekankan keutamaan menghadiri majelis ilmu. Mengutip keterangan para ulama, beliau menyampaikan bahwa menuntut ilmu agama maupun mengajarkannya termasuk amal yang sangat utama di sisi Allah SWT. Karena itu, beliau mengajak jamaah untuk terus istiqamah mengikuti kajian sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.

Pada bagian akhir kajian, beliau menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang disembelihnya kematian pada hari kiamat. Setelah penghuni surga dan penghuni neraka menempati tempat masing-masing, kematian didatangkan dalam bentuk seekor kambing, kemudian disembelih. Saat itu diumumkan bahwa tidak ada lagi kematian untuk selamanya.

Bagi penghuni surga, kabar tersebut menjadi kebahagiaan yang terus bertambah karena kenikmatan yang mereka rasakan bersifat abadi. Sebaliknya, bagi penghuni neraka, penderitaan semakin berat karena azab yang mereka alami juga berlangsung selama-lamanya tanpa kematian.

Melalui kajian ini, KH. Ahmad Maimun Syafi'i mengajak seluruh jamaah agar tidak terlena oleh kehidupan dunia. Selagi masih diberi kesempatan hidup, setiap muslim hendaknya memperbanyak ibadah, menghadiri majelis ilmu, serta memanfaatkan seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT untuk beramal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal.