Keutamaan Muharram dan Puasa Asyura
Kajian rutin setelah Sholat Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Ahad pagi disampaikan oleh KH. Abdullah Hilmi Al Jumadi. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur, memperkuat zikir kepada Allah SWT, serta mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Muharram, Ahad (7/6/2026).
Kajian rutin setelah Sholat Shubuh di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro pada Ahad pagi disampaikan oleh KH. Abdullah Hilmi Al Jumadi.
Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur,
memperkuat zikir kepada Allah SWT, serta mempersiapkan diri menyambut datangnya
bulan Muharram, Ahad (7/6/2026).
Di hadapan jamaah, KH. Abdullah Hilmi Al Jumadi
mengingatkan bahwa nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia adalah
iman dan Islam. Menurutnya, kesehatan dan berbagai kenikmatan dunia tidak akan
berarti tanpa iman yang dapat menyelamatkan manusia di dunia maupun akhirat.
“Iman dan Islam adalah nikmat terbesar. Dengan iman
dan Islam, manusia bisa mendapatkan keselamatan dunia hingga akhirat,” tutur
beliau.
Dalam kajian tersebut, KH. Abdullah Hilmi juga
menyinggung berakhirnya bulan Dzulhijjah dan datangnya bulan Muharram yang
termasuk bulan mulia atau Asyhurul Hurum. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan
malam-malam istimewa di awal Muharram dengan memperbanyak ibadah, doa, dan
tobat.
Beliau menjelaskan bahwa dalam satu tahun terdapat
beberapa waktu utama yang dimuliakan Allah SWT, di antaranya sepuluh hari
terakhir bulan Ramadan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, serta sepuluh
hari pertama bulan Muharram.
“Allah membuka pintu-pintu kasih sayang dan pengabulan
doa pada malam-malam tertentu. Maka kita harus memanfaatkannya dengan
memperbanyak ibadah dan mendekat kepada Allah,” ujarnya.
KH. Abdullah Hilmi Al Jumadi juga mengingatkan jamaah
mengenai keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram, terutama puasa Asyura dan
Tasua. Menurut beliau, puasa Asyura memiliki keutamaan besar karena dapat
menjadi sebab diampuninya dosa-dosa setahun yang telah lalu.
Selain membahas keutamaan bulan Muharram, tausiyah
tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga hati dari godaan iblis. Beliau
menjelaskan bahwa iblis selalu berusaha menguasai hati manusia dan
menjerumuskan manusia melalui berbagai godaan kehidupan.
“Iblis bisa masuk melalui hati manusia. Karena itu
hati harus dipenuhi dengan zikir kepada Allah agar iblis menjauh,” terang KH.
Hilmi.
Beliau menegaskan bahwa salah satu zikir paling utama
adalah kalimat tahlil “La ilaha illallah”. Menurutnya, membiasakan membaca
kalimat tersebut dapat menjadi benteng bagi seorang muslim dari godaan setan
dan mengantarkan manusia menuju keselamatan.
“Tahlil adalah kalimat yang sangat agung. Siapa yang
membiasakan La ilaha illallah, maka hatinya akan dipenuhi cahaya dan dijauhkan
dari godaan iblis,” katanya.
Di akhir kajian, KH. Abdullah Hilmi Al Jumadi mengajak
seluruh jamaah untuk terus menjaga zikir dalam kehidupan sehari-hari agar hati
tetap hidup dan selalu dekat dengan Allah SWT. Beliau berharap umat Islam dapat
meraih husnul khatimah dan selalu mendapatkan bimbingan Allah dalam menjalani
kehidupan.
Kajian kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Hilmi Al Jumadi.
