Detail Berita

Keutamaan Surah Maryam dan Hikmah Ayat-Ayat Rahasia Al-Qur’an

Bojonegoro, Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Darussalam saat jamaah mengikuti kajian rutin seusai salat Subuh, yang mengupas kandungan Surah Maryam serta pemahaman tentang ayat-ayat pembuka Al-Qur’an yang bersifat simbolik dan penuh makna tersembunyi, Sabtu (10/1/2026).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro, Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Darussalam saat jamaah mengikuti kajian rutin seusai salat Subuh, yang mengupas kandungan Surah Maryam serta pemahaman tentang ayat-ayat pembuka Al-Qur’an yang bersifat simbolik dan penuh makna tersembunyi, Sabtu (10/1/2026).

Kajian diawali dengan lantunan hamdalah dan doa, disusul penjelasan mengenai Surah Maryam sebagai salah satu surah Makkiyah yang diturunkan di Mekkah. KH. A. Maimun Syafi’i mengajak jamaah merenungkan keutamaan membaca Al-Qur’an, termasuk perhitungan pahala dari setiap huruf yang dilafalkan.

“Setiap huruf dilipatgandakan pahalanya. Maka membaca satu surah saja sudah menghadirkan ganjaran yang besar,” ujarnya.

Mbah Mun (Sapaan akrab KH. A. Maimun Syafi’i) menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan semata aktivitas lisan, melainkan ibadah yang menghadirkan keberkahan spiritual bagi pembacanya. Surah Maryam, lanjutnya, memiliki banyak ayat yang sarat kisah keteladanan para nabi dan nilai kesabaran.

Kajian kemudian menyinggung rangkaian huruf di awal surah, seperti kaf ha ya ‘ain shad, yang digolongkan sebagai ayat mutasyabihat, ayat dengan makna yang tidak sepenuhnya dipahami manusia. Menurutnya, para ulama sejak masa klasik menempatkan ayat-ayat tersebut sebagai rahasia ilahi.

“Ada bagian Al-Qur’an yang maknanya kita imani, meski tidak kita ketahui penjelasan detailnya. Itu wilayah ilmu Allah,” katanya.

Selanjutnya, Mbah Mun mengutip pandangan sejumlah ulama bahwa huruf-huruf pembuka surah merupakan tanda kebesaran sekaligus misteri Al-Qur’an. Sikap terbaik seorang muslim, lanjutnya, adalah menerima dengan iman dan kerendahan hati, tanpa memaksakan penafsiran di luar batas kemampuan manusia.

Selain membahas tafsir, Mbah Mun juga menjelaskan perbedaan tingkat pengetahuan antara manusia awam, ulama, dan para nabi. Menurutnya, ada ilmu-ilmu khusus yang dianugerahkan Allah kepada hamba pilihan, sebagai bentuk karunia dan hikmah.

Namun demikian, Beliau mengingatkan bahwa inti ajaran Al-Qur’an tetap mengarah pada penguatan tauhid: keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, serta mencukupi kebutuhan seluruh makhluk.

“Segala urusan berada dalam kuasa-Nya. Manusia hanya berikhtiar, sedangkan keputusan akhir milik Allah,” ujarnya.

Menjelang akhir pengajian, jamaah diajak memperbanyak doa dan istighfar, memohon kemudahan urusan, kelapangan rezeki, serta perlindungan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Doa bersama dipanjatkan sebagai penutup kajian.

Bagi pengurus masjid, pengajian Subuh tersebut menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus memperdalam literasi Al-Qur’an di kalangan jamaah. Melalui kajian tematik seperti ini, diharapkan masyarakat tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami pesan spiritual di balik setiap ayatnya.