Detail Berita

Keutamaan Zikir dan Shalat Khusyuk

Kajian rutin setelah Sholat Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Ahad pagi disampaikan oleh Kyai Kholidin, dengan pembahasan mengenai keutamaan zikir kepada Allah SWT serta pentingnya menghadirkan kekhusyukan dalam shalat sebagai benteng kehidupan seorang mukmin, Ahad (21/6/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin setelah Sholat Shubuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Ahad pagi disampaikan oleh Kyai Kholidin, dengan pembahasan mengenai keutamaan zikir kepada Allah SWT serta pentingnya menghadirkan kekhusyukan dalam shalat sebagai benteng kehidupan seorang mukmin, Ahad (21/6/2026).

Dalam tausiyahnya, Kyai Kholidin mengawali kajian dengan mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian mengutip penjelasan dari kitab karya Imam Nawawi mengenai bab keutamaan zikir (fadhilah dzikir).

Kyai Kholidin menjelaskan firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 45: “Wa ladzikrullahi akbar” “Sesungguhnya mengingat Allah (zikir) itu lebih besar keutamaannya.”

Menurut beliau, zikir merupakan ibadah yang sangat istimewa karena tidak terikat waktu tertentu. Berbeda dengan ibadah lain yang memiliki syarat dan ketentuan khusus, zikir dapat dilakukan kapan saja sebagai bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Selain membahas zikir, beliau juga menekankan pentingnya shalat yang khusyuk. Dijelaskan bahwa shalat yang benar, memenuhi syarat, rukun, dan dilaksanakan dengan kekhusyukan akan menjadi benteng yang menjaga seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

Beliau mengutip Surah Al-Mu’minun yang menjelaskan bahwa orang-orang beriman yang beruntung adalah mereka yang menghadirkan kekhusyukan dalam shalatnya.

“Shalat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi menghadirkan hati seolah-olah sedang berdiri di hadapan Allah SWT. Inilah latihan spiritual yang harus terus dibiasakan,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, Kyai Kholidin juga mengangkat kisah Nabi Yunus yang diselamatkan Allah SWT setelah terus bertasbih ketika berada dalam perut ikan paus. Kisah ini menjadi bukti bahwa zikir adalah jalan keselamatan dan bentuk pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan beberapa zikir yang sangat dicintai Allah sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah, di antaranya: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar. Empat kalimat tersebut disebut sebagai kalimat terbaik yang paling dicintai Allah SWT dan memiliki pahala yang sangat besar.

Menutup kajian, Kyai Kholidin mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan zikir dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kesucian (thaharah), serta meningkatkan kualitas ibadah agar semakin dekat dengan Allah SWT.

Kajian Subuh rutin di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran agama yang menyejukkan dan memperkuat keimanan jamaah.