Makna Ridha dan Taslim kepada Allah
BOJONEGORO, Kajian Subuh Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah As-Sakandari kembali digelar usai Salat Subuh berjamaah, di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Kajian ini menekankan pentingnya sikap ridha dan taslim (berserah diri) kepada Allah dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari, Rabu (3/12/2025).
BOJONEGORO,
Kajian Subuh Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah
As-Sakandari kembali digelar usai Salat Subuh berjamaah, di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro. Kajian ini menekankan pentingnya sikap ridha dan taslim
(berserah diri) kepada Allah dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari,
Rabu (3/12/2025).
Dalam pemaparannya, Ustadz Rifqi menjelaskan
bahwa maqam makrifat: tingkatan spiritual tertinggi dalam tasawuf tidak dapat
dicapai hanya dengan kemampuan akal. Seorang yang arif billah, menurutnya,
adalah mereka yang seluruh orientasi hidupnya tertuju kepada Allah, baik dalam
keadaan yang tampak menguntungkan maupun merugikan.
“Bagi orang yang telah mencapai
makrifat, yang dipikirkan dan dihadirkan dalam hatinya hanyalah Allah. Ia tidak
lagi menimbang untung atau rugi menurut ukuran dunia, melainkan ridha atau
tidaknya Allah,” ujarnya.
Ustadz Rifqi juga menekankan
pentingnya mengikis dominasi hawa nafsu (hadhzun nafs) sebagai
langkah awal menuju ridha Ilahi. Selama keinginan pribadi masih lebih dominan
daripada kehendak Allah, seseorang akan kesulitan menerima takdir dan
keputusan-Nya dengan lapang dada.
Dalam kajian tersebut, turut
disampaikan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Minhajul Abidin yang
mengingatkan bahwa kecenderungan berlebihan terhadap dunia dapat mengotori
hati, meskipun tampak indah secara lahiriah. Dunia, menurutnya, hanya sarana,
bukan tujuan akhir.
Sebagai upaya membentuk kesiapan
batin, jamaah diajak untuk membiasakan wirid dan doa-doa yang diajarkan Nabi
Muhammad SAW, terutama pada waktu Subuh. Wirid tersebut diyakini dapat
menumbuhkan ketenangan hati dan kesiapan menerima segala ketentuan Allah
sepanjang hari.
“Kunci hidup yang tenang adalah
menyerahkan seluruh keputusan kepada Allah, dengan keyakinan bahwa apa pun yang
ditetapkan-Nya adalah yang terbaik,” kata Ustadz Rifqi.
Kajian Subuh ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan menjadi bagian dari upaya masjid dalam memperkuat pemahaman keislaman yang menekankan dimensi spiritual, etika, dan ketenangan batin di tengah kehidupan modern.
