Detail Berita

Makna Surah Al-Kautsar

Bojonegoro – Pengajian rutin Sabtu malam Ahad Wage yang digelar Remaja Masjid (Remas) Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, penceramah KH Agus Muhammadun Romli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Basyariyah Petak, Gayam, Bojonegoro, menyampaikan tausiyah tentang makna dan hikmah Surah Al-Kautsar di hadapan ratusan jamaah, Sabtu (22/11/2025).

Pengajian Sabtu Malam Ahad Wage

Bojonegoro – Pengajian rutin Sabtu malam Ahad Wage yang digelar Remaja Masjid (Remas) Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, penceramah KH Agus Muhammadun Romli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Basyariyah Petak, Gayam, Bojonegoro, menyampaikan tausiyah tentang makna dan hikmah Surah Al-Kautsar di hadapan ratusan jamaah, Sabtu (22/11/2025).

Dalam ceramahnya, KH Agus Muhammadun Romli menjelaskan bahwa Surah Al-Kautsar merupakan surah terpendek dalam Al-Qur’an, namun mengandung makna yang sangat dalam. Ia mengawali kajiannya dengan membacakan ayat:

Inna a’thainakal kautsar. Fa shalli li rabbika wanhar. Inna syani’aka huwal abtar.

Menurutnya, surah tersebut turun sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad SAW ketika mendapat ejekan dari kaum kafir yang menyebut beliau “abtar” atau terputus keturunan, setelah wafatnya putra-putra beliau.

“Allah langsung membela Rasul-Nya. Justru yang membenci Nabi itulah yang terputus. Sementara Nabi diberi ‘Al-Kautsar’, kebaikan yang sangat banyak,” jelasnya.

Ia menerangkan, Al-Kautsar dimaknai para ulama sebagai telaga di surga yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Selain itu, Al-Kautsar juga berarti limpahan kebaikan yang tidak terhingga.

KH Agus juga menekankan pentingnya tidak mudah menyalahkan perbedaan, termasuk dalam persoalan bacaan basmalah dalam shalat. Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait apakah basmalah termasuk bagian dari surah atau tidak.

“Perbedaan itu rahmat. Jangan mudah memvonis salah. Di Indonesia mayoritas mengikuti madzhab Syafi’i yang membaca basmalah dalam Al-Fatihah, sementara di Makkah dan Madinah sering tidak dibaca keras. Keduanya punya dasar,” terangnya.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk tidak mudah berputus asa dalam menghadapi ujian hidup. Menurutnya, salah satu pesan penting Surah Al-Kautsar adalah keyakinan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

“Selama kita masih beriman, kita masih punya Allah. Jangan terlalu banyak mengadu kepada manusia. Adukan kepada Allah melalui doa dan shalat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa nikmat terbesar setelah iman adalah kesehatan. Harta yang melimpah, menurutnya, tidak akan berarti jika tubuh dalam kondisi sakit.

Dalam penutup tausiyah, KH Agus mengajak jamaah untuk memperbaiki kualitas shalat dan memperbanyak sedekah secara ikhlas tanpa riya’. Ia menekankan bahwa shalat dan kurban sebagaimana disebut dalam Surah Al-Kautsar harus dilakukan semata-mata karena Allah.

Pengajian rutin Sabtu malam Ahad Wage tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan yang konsisten digelar Remas Masjid Agung Darussalam Bojonegoro sebagai upaya memperkuat keimanan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan di dunia dan akhirat bagi seluruh jamaah dan masyarakat Bojonegoro.