Masjid Adalah Benteng Terkuat Seorang Mukmin
Kajian rutin setelah Shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali dipenuhi jamaah yang ingin memperdalam ilmu agama. Pada kesempatan tersebut, kajian disampaikan oleh Abuya Hasan Nur, yang mengajak umat Islam memperkuat benteng keimanan melalui masjid, zikir, dan membaca Al-Qur'an agar terhindar dari godaan setan, Kamis (16/07/2026).
Kajian rutin setelah Shalat Subuh
di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali
dipenuhi jamaah yang ingin memperdalam ilmu agama. Pada kesempatan tersebut,
kajian disampaikan oleh Abuya Hasan Nur,
yang mengajak umat Islam memperkuat benteng keimanan melalui masjid, zikir, dan
membaca Al-Qur'an agar terhindar dari godaan setan, Kamis (16/07/2026).
Dalam kajiannya, Abuya Hasan Nur
mengutip perkataan Ka'ab Al-Ahbar yang menyebutkan bahwa seorang mukmin
memiliki benteng yang menjaga dirinya dari godaan setan. Benteng tersebut, kata
beliau, terdiri atas tiga perkara utama, yaitu masjid,
zikir kepada Allah, dan membaca Al-Qur'an. Ketiganya menjadi
sumber kekuatan spiritual agar seorang muslim tetap istiqamah dalam menjalankan
ketaatan.
Beliau menjelaskan bahwa masjid merupakan benteng terkuat bagi orang beriman.
Selain menjadi tempat melaksanakan shalat berjamaah, masjid sejak zaman
Rasulullah SAW juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dakwah,
hingga pembinaan umat. Karena itu, membiasakan diri memakmurkan masjid bukan
hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memperkokoh persatuan dan kekuatan kaum
muslimin. Setiap langkah menuju masjid, bahkan niat beriktikaf ketika
memasukinya, dicatat sebagai amal kebaikan oleh Allah SWT.
Benteng kedua adalah zikir kepada Allah SWT. Abuya Hasan Nur
mengingatkan agar setelah menunaikan shalat, umat Islam tidak terburu-buru
meninggalkan masjid, tetapi membiasakan diri berzikir dan membaca shalawat.
Menurut beliau, hati yang selalu mengingat Allah akan memperoleh ketenangan,
sebagaimana firman Allah bahwa hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi
tenteram.
Selanjutnya, beliau menekankan
pentingnya membaca Al-Qur'an setiap hari, bukan hanya
pada bulan Ramadan. Membaca Al-Qur'an, bahkan sekadar membaca Bismillahirrahmanirrahim,
memiliki keutamaan yang besar. Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan
Al-Qur'an sebagai makanan rohani yang senantiasa menghidupkan hati dan
memperkuat iman.
Selain tiga benteng tersebut, Abuya
Hasan Nur mengingatkan agar setiap muslim memperbanyak "gudang
pahala" selama masih diberi kesempatan hidup. Menurut beliau, ujian berupa
kemiskinan, sakit, maupun berbagai kesulitan hidup dapat menjadi ladang pahala
apabila dihadapi dengan sikap qanaah,
ridha, dan sabar. Orang yang menerima takdir Allah dengan lapang dada akan
memperoleh kedudukan yang tinggi di sisi-Nya.
Mengakhiri kajian, Abuya Hasan Nur mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan masjid, memperbanyak zikir, membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari, serta bersabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Beliau berharap seluruh amal ibadah yang dilakukan menjadi bekal menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat, kemudian menutup kajian dengan doa bersama.
