Detail Berita

Memakmurkan Masjid dengan Shalat Berjamaah

Jamaah Kajian Rutin Setelah Shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali mendapatkan siraman rohani yang menyejukkan. Pada kesempatan tersebut, KH. Abdul Aziz Ahmad menyampaikan pentingnya menjaga kemurnian tauhid melalui kalimat L? il?ha illall?h sekaligus mengajak umat Islam untuk senantiasa memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat berjamaah, Senin (27/07/2026).

Kuliah Shubuh

Jamaah Kajian Rutin Setelah Shalat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali mendapatkan siraman rohani yang menyejukkan. Pada kesempatan tersebut, KH. Abdul Aziz Ahmad menyampaikan pentingnya menjaga kemurnian tauhid melalui kalimat L? il?ha illall?h sekaligus mengajak umat Islam untuk senantiasa memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat berjamaah, Senin (27/07/2026).

Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Aziz Ahmad menegaskan bahwa kalimat tauhid merupakan inti dari ajaran Islam sekaligus bekal paling berharga bagi seorang muslim sejak lahir hingga akhir hayat. Sejak seorang bayi diazankan, kalimat L? il?ha illall?h telah diperdengarkan, dan diharapkan menjadi kalimat terakhir yang diucapkan ketika meninggal dunia. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang akhir ucapannya adalah L? il?ha illall?h, maka Allah menjanjikan surga baginya.

Menurut beliau, kalimat tauhid tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus tertanam kuat di dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir yang terus-menerus akan memperbarui serta menguatkan keimanan seseorang. Semakin sering seorang muslim mengingat Allah SWT, maka iman akan semakin kokoh hingga memengaruhi seluruh perilakunya. Orang yang imannya telah mengakar akan merasa ringan dalam menjalankan kebaikan dan menjauhi kemaksiatan karena hatinya dipenuhi kecintaan kepada Allah SWT.

KH. Abdul Aziz Ahmad kemudian mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga istiqamah sebagaimana firman Allah SWT yang memerintahkan agar orang beriman berkata, "Aku beriman kepada Allah," kemudian tetap teguh di atas keimanan tersebut. Menurut beliau, istiqamah harus dibuktikan dengan amal saleh yang dilakukan secara terus-menerus sehingga iman tidak hanya menjadi keyakinan di hati, tetapi juga tampak dalam setiap perbuatan.

Selain menguatkan tauhid, beliau juga memberikan penekanan khusus mengenai keutamaan salat berjamaah. Menurutnya, menjaga salat berjamaah merupakan bagian dari menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Beliau mengisahkan bagaimana Rasulullah selalu memperhatikan kehadiran para sahabat dalam salat berjamaah. Apabila ada sahabat yang tidak hadir, Rasulullah menanyakan keadaannya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi umatnya.

Dalam kajian tersebut, KH. Abdul Aziz Ahmad juga menjelaskan bahwa salat Isya dan Subuh merupakan dua salat yang paling berat bagi orang-orang munafik sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Karena itu, beliau mengajak jamaah agar tidak meninggalkan kedua salat tersebut secara berjamaah, sebab di dalamnya terdapat keutamaan dan pahala yang sangat besar.

Beliau menambahkan bahwa salat berjamaah menghadirkan rahmat Allah SWT. Kekompakan imam dan makmum ketika bertakbir, rukuk, sujud, hingga mengucapkan salam menjadi simbol persatuan umat Islam. Salam yang diucapkan di akhir salat juga merupakan doa keselamatan yang dipanjatkan untuk sesama muslim dan seluruh makhluk Allah SWT.

Mengakhiri tausiyahnya, KH. Abdul Aziz Ahmad kembali mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid dengan salat berjamaah. Beliau mengutip hadis yang menunjukkan besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap pelaksanaan salat berjamaah sehingga umat Islam tidak meremehkan sunnah tersebut. Menurut beliau, kebiasaan menjaga salat berjamaah akan menjadi sebab datangnya petunjuk Allah SWT dalam kehidupan seorang muslim.

Kajian ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT senantiasa menguatkan iman kaum muslimin, memudahkan mereka untuk istiqamah dalam berdzikir, memakmurkan masjid, serta menjaga salat berjamaah hingga akhir hayat.