Mencetak Generasi Sholeh
Kajian Subuh yang rutin digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada kesempatan kali ini menghadirkan Ustadz Khafif Ahmaruddin, M.Pd sebagai pemateri. Dalam kajian yang diikuti jamaah usai salat Subuh berjamaah tersebut, beliau menyampaikan materi seputar pentingnya membangun keluarga yang mampu melahirkan generasi sholeh dan berilmu, dengan meneladani keluarga para nabi, Selasa (16/6/2026).
Kajian
Subuh yang rutin digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada kesempatan
kali ini menghadirkan Ustadz Khafif Ahmaruddin, M.Pd sebagai pemateri.
Dalam kajian yang diikuti jamaah usai salat Subuh berjamaah tersebut, beliau
menyampaikan materi seputar pentingnya membangun keluarga yang mampu melahirkan
generasi sholeh dan berilmu, dengan meneladani keluarga para nabi, Selasa
(16/6/2026).
Mengawali
tausiyahnya, Ustadz Khafif mengajak jamaah untuk bersyukur karena masih
diberikan nikmat kesehatan dan kesempatan untuk menunaikan salat Subuh
berjamaah, terlebih bertepatan dengan momentum pergantian Tahun Baru Hijriah
yang menjadi refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki diri.
Dalam
pemaparannya, beliau menyinggung kisah para nabi, khususnya Nabi Ibrahim AS,
Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, serta Rasulullah Muhammad SAW yang berasal dari
garis keturunan mulia Nabi Ibrahim. Menurutnya, salah satu pelajaran penting
dari sejarah para nabi adalah bagaimana mereka mampu melahirkan keturunan yang sholeh,
alim, serta menjadi pemimpin umat.
“Keteladanan
Nabi Ibrahim dan Nabi Daud menunjukkan bahwa keluarga yang baik akan melahirkan
generasi yang baik pula. Para nabi lahir dari keturunan yang dijaga kualitas
keimanannya,” jelas Ustadz Khafif di hadapan jamaah.
Lebih
lanjut, beliau menjelaskan terdapat beberapa faktor penting yang memengaruhi
lahirnya generasi sholeh. Faktor pertama adalah kualitas rumah tangga yang harmonis.
Menurutnya, keluarga yang dibangun dengan ketenangan, kerukunan, dan keberkahan
akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
Faktor
kedua adalah kesungguhan pasangan dalam mempersiapkan keturunan, termasuk
menjaga niat, memperbanyak doa, serta melibatkan nilai-nilai spiritual dalam
kehidupan keluarga.
Selain
itu, Ustadz Khafif juga menekankan pentingnya lingkungan tempat anak tumbuh dan
berkembang. Lingkungan yang dekat dengan majelis ilmu, kebiasaan beribadah,
zikir, serta pendidikan agama yang baik akan membentuk karakter anak menjadi
lebih sholeh dan berakhlak mulia.
“Lingkungan
sangat menentukan. Anak yang sejak kecil terbiasa hidup di tengah suasana
religius akan lebih mudah tumbuh dalam ketaatan kepada Allah,” ungkapnya.
Dalam
kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan para orang tua agar selektif
dalam memilih pendidikan bagi anak-anak, termasuk memilih pesantren atau
lembaga pendidikan yang memiliki rekam jejak jelas dalam pembinaan ilmu agama
dan akhlak.
Sebagai
penutup, Ustadz Khafif menegaskan bahwa selain usaha lahiriah, orang tua juga
dianjurkan memperbanyak tabarruk atau mencari keberkahan melalui doa,
mendekatkan anak pada lingkungan sholeh, serta terus memohon kepada Allah agar
dikaruniai keturunan yang baik.
Kajian Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi pengingat bagi jamaah bahwa membangun generasi unggul tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga dimulai dari keluarga, lingkungan, dan keberkahan yang diupayakan sejak awal kehidupan.
