Menjaga Dzikir dan Adab Sehari-Hari
Kajian rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung Darussalam kembali digelar dengan penuh khidmat. Kajian yang disampaikan oleh Kyai Kholidin tersebut membahas pentingnya menghadirkan hati saat berzikir serta menjaga istiqamah dalam wirid dan ibadah sehari-hari, Ahad (17/5/2026).
Kajian
rutin setelah salat Subuh di Masjid Agung
Darussalam kembali digelar dengan penuh khidmat. Kajian yang disampaikan
oleh Kyai Kholidin tersebut membahas pentingnya menghadirkan hati saat berzikir
serta menjaga istiqamah dalam wirid dan ibadah sehari-hari, Ahad (17/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Kyai Kholidin
menjelaskan bahwa zikir bukan sekadar bacaan lisan, melainkan harus disertai
kehadiran hati dan penghayatan terhadap makna yang diucapkan. Menurut beliau,
kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” harus benar-benar ditanamkan dalam hati
sebagai keyakinan bahwa tidak ada sesembahan yang pantas disembah selain Allah
SWT.
Beliau juga mengingatkan jamaah
agar tidak mudah meninggalkan wirid yang sudah menjadi kebiasaan. Jika suatu
waktu tertinggal, maka dianjurkan untuk tetap menggantinya di waktu lain agar
istiqamah tetap terjaga. Kyai Kholidin mengutip hadis riwayat Sayyidina Umar
bin Khattab tentang pentingnya menjaga amalan rutin meskipun dilakukan di waktu
yang berbeda karena adanya uzur.
Selain membahas zikir, Kyai Kholidin
juga menyinggung adab-adab dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjawab salam,
menjawab azan, mengingatkan kemungkaran, hingga tata cara salat yang benar.
Jamaah diajak untuk saling menasihati dalam kebaikan dengan cara yang lembut
dan penuh hikmah.
Di akhir kajian, Kyai Kholidin berharap seluruh jamaah dapat menjadi pribadi yang istiqamah dalam beribadah dan senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kajian Subuh rutin ini menjadi salah satu agenda keagamaan yang terus diminati masyarakat Bojonegoro sebagai sarana memperdalam ilmu agama dan memperkuat spiritualitas umat.
