Detail Berita

Menjaga Iman dengan Istighfar dan Kalimat Tauhid

Kajian rutin ba’da Sholat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali berlangsung khidmat dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad, yang mengangkat pesan mendalam tentang pentingnya merawat iman, memperbanyak istighfar, dan menjaga kalimat tauhid “Laa Ilaaha Illallah” sebagai kunci keselamatan hidup dunia dan akhirat, Senin (29/6/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin ba’da Sholat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali berlangsung khidmat dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad, yang mengangkat pesan mendalam tentang pentingnya merawat iman, memperbanyak istighfar, dan menjaga kalimat tauhid “Laa Ilaaha Illallah” sebagai kunci keselamatan hidup dunia dan akhirat, Senin (29/6/2026).

Dalam pembukaannya, KH. Abdul Aziz Ahmad mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat Islam yang Allah SWT berikan. Beliau menegaskan bahwa setiap muslim harus memohon agar akhir hayatnya kelak ditutup dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah sehingga memperoleh husnul khatimah dan dimasukkan ke dalam surga Allah SWT.

Beliau menjelaskan bahwa iman di dalam hati ibarat tanaman yang harus terus dirawat, dipupuk, dan disiram setiap hari melalui ibadah, dzikir, shalat, serta ketaatan kepada Allah. Jika dibiarkan tanpa perawatan, iman dapat melemah bahkan hilang, terlebih di tengah berbagai fitnah akhir zaman yang semakin berat.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, beliau mengingatkan bahwa di akhir zaman seseorang bisa pagi hari masih beriman namun sore hari tergelincir dalam kekufuran. Karena itu, umat Islam harus terus menjaga iman melalui kebiasaan ibadah yang rutin, terutama shalat lima waktu yang menjadi sarana menjaga hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

KH. Abdul Aziz Ahmad juga menyoroti bagaimana setan dan iblis terus berusaha menyesatkan manusia melalui dosa dan berbagai kesenangan dunia yang membuat seseorang lalai dari mengingat Allah. Namun, menurut beliau, ada dua amalan yang sangat dibenci iblis, yaitu istighfar dan dzikir Laa Ilaaha Illallah, karena keduanya mampu menghancurkan tipu daya setan.

“Manusia bisa merusakkan setan dengan istighfar dan kalimat tauhid. Ketika seseorang terus memohon ampun kepada Allah dan memperbanyak Laa Ilaaha Illallah, dosa-dosanya diampuni dan setan kehilangan kekuatannya,” jelas beliau di hadapan jamaah.

Beliau juga menegaskan bahwa kalimat tauhid memiliki kedudukan sangat istimewa dalam kehidupan seorang muslim. Sejak lahir manusia diperdengarkan adzan yang berisi kalimat tauhid, sepanjang hidup mengulangnya dalam shalat, hingga menjelang wafat dianjurkan untuk dituntun membaca Laa Ilaaha Illallah agar meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Kajian ditutup dengan ajakan agar umat Islam tidak terlena oleh hiburan dan kesenangan dunia yang membuat lalai kepada Allah. Sebaliknya, setiap muslim dianjurkan membiasakan berdzikir, memperbanyak istighfar, menjaga shalat, dan terus menghidupkan kalimat Laa Ilaaha Illallah dalam setiap aktivitas agar hati tetap hidup dan selalu dekat dengan Allah SWT.

“Selama lisan masih basah dengan istighfar dan hati hidup dengan Laa Ilaaha Illallah, maka jalan menuju rahmat dan ampunan Allah akan selalu terbuka.”