Detail Berita

Menyiapkan Generasi Saleh Sejak dari Keluarga

Khutbah Jumat di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Jumat, 10 Juli 2026, disampaikan oleh Kyai Kholidin. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah, khususnya para orang tua, untuk menjadikan momentum menjelang tahun ajaran baru sebagai saat yang tepat memperkuat pendidikan dan pembinaan karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Rangkuman Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada Jumat, 10 Juli 2026, disampaikan oleh Kyai Kholidin. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah, khususnya para orang tua, untuk menjadikan momentum menjelang tahun ajaran baru sebagai saat yang tepat memperkuat pendidikan dan pembinaan karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Di awal khutbah, Kyai Kholidin mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau juga menegaskan bahwa ketika adzan Jumat telah dikumandangkan, umat Islam diperintahkan meninggalkan seluruh aktivitas yang dapat melalaikan dari memenuhi panggilan Allah SWT.

Mengaitkan dengan dimulainya kalender pendidikan tahun ajaran baru, Kyai Kholidin mengatakan bahwa setiap orang tua tentu menginginkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Namun menurutnya, pendidikan bukan hanya persoalan memilih sekolah terbaik, melainkan bagaimana orang tua membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini.

Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan kaum mukmin agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan anak-anak agar mampu menghadapi kehidupan dan tidak menjadi beban bagi masyarakat.

"Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dirawat, dan dididik dengan sungguh-sungguh. Mengabaikan amanah tersebut sama halnya dengan mengkhianati titipan Allah," tutur beliau di hadapan jamaah.

Dalam khutbahnya, Kyai Kholidin menjelaskan bahwa membentuk anak yang saleh tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut memerlukan pembinaan yang berkesinambungan sejak anak lahir hingga dewasa.

Beliau kemudian menguraikan lima kewajiban utama orang tua dalam membentuk generasi saleh sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Pertama, memberikan nama yang baik. Nama yang mengandung makna kebaikan dan pujian kepada Allah menjadi doa sepanjang hayat serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Kedua, memberikan pendidikan yang baik. Pendidikan tidak hanya bertujuan meraih keberhasilan dunia, tetapi juga membimbing anak menuju keselamatan akhirat. Menurut beliau, setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, sedangkan orang tualah yang memiliki peran paling besar dalam membentuk karakter dan kepribadiannya.

Beliau menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik anak tidak berhenti ketika anak telah dimasukkan ke sekolah atau pondok pesantren. Orang tua tetap harus hadir melalui pendampingan, perhatian, keteladanan, dan doa.

"Anak akan mudah meniru perilaku orang tuanya. Karena itu, keteladanan merupakan metode pendidikan yang paling efektif," jelasnya.

Selain keluarga, Kyai Kholidin juga menyoroti pentingnya lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dalam membentuk karakter anak. Lingkungan yang religius, penuh kasih sayang, disiplin, dan kejujuran akan membantu membangun pribadi yang baik, sedangkan lingkungan yang jauh dari nilai-nilai agama berpotensi membawa pengaruh negatif.

Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan anak perlu diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta keterampilan hidup. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, beliau menjelaskan pentingnya melatih kemampuan membaca, menulis, berenang, dan memanah sebagai bekal agar anak memiliki kecerdasan sekaligus kesehatan fisik yang baik.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah memastikan makanan dan rezeki yang diberikan kepada anak berasal dari sumber yang halal. Menurut Kyai Kholidin, makanan yang halal bukan hanya halal zatnya, tetapi juga halal cara memperolehnya. Rezeki yang halal akan menjadi energi positif yang memengaruhi pembentukan akhlak dan kepribadian anak.

Kewajiban terakhir orang tua, lanjut beliau, adalah menikahkan anak ketika telah dewasa dan siap membangun rumah tangga, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sesuai tuntunan syariat.

Menutup khutbahnya, Kyai Kholidin mengajak seluruh jamaah untuk terus memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kemampuan menjadi teladan bagi keluarga serta dianugerahi anak-anak yang saleh dan salehah.

"Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak kita sebagai generasi penerus yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu membawa kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin," pungkas beliau.

Khutbah Jumat ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi berawal dari keluarga yang menghadirkan keteladanan, kasih sayang, pendidikan agama, lingkungan yang baik, serta rezeki yang halal sebagai fondasi lahirnya generasi saleh di masa depan.