Detail Berita

Nabi Isa AS dan Bukti Kekuasaan Allah

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin ba’da Sholat Shubuh yang disampaikan oleh KH. Ahmad Maimun Syafi’i. Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Maimun Syafi’i mengajak jamaah untuk bersama-sama mentadabburi ayat Al-Qur’an, khususnya tafsir Surat Maryam ayat 29-31 yang mengisahkan mukjizat Nabi Isa AS ketika masih berada dalam gendongan Sayyidah Maryam, Sabtu (20/6/2026).

Kuliah Shubuh

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin ba’da Sholat Shubuh yang disampaikan oleh KH. Ahmad Maimun Syafi’i.

Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Maimun Syafi’i mengajak jamaah untuk bersama-sama mentadabburi ayat Al-Qur’an, khususnya tafsir Surat Maryam ayat 29-31 yang mengisahkan mukjizat Nabi Isa AS ketika masih berada dalam gendongan Sayyidah Maryam, Sabtu (20/6/2026).

Beliau menjelaskan bahwa ketika kaum Bani Israil menuduh Sayyidah Maryam melakukan perbuatan tercela, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya dengan memberikan mukjizat kepada Nabi Isa AS yang saat itu masih bayi untuk berbicara membela kesucian ibundanya.

Mengutip firman Allah SWT “Q?la inn? ‘abdull?h, ?t?niyal-kit?ba wa ja‘alan? nabiyy?”, Nabi Isa AS berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, Dia memberiku kitab dan menjadikanku seorang nabi.”

KH. Ahmad Maimun menegaskan bahwa kalimat pertama yang diucapkan Nabi Isa AS tersebut menjadi bantahan terhadap keyakinan yang menyimpang, karena Nabi Isa dengan jelas menyatakan dirinya hanyalah hamba Allah, bukan Tuhan ataupun anak Tuhan sebagaimana diyakini sebagian kelompok.

Menurut beliau, pengakuan Nabi Isa AS sebagai Abdullah (hamba Allah) menunjukkan puncak tauhid, yakni pengakuan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Rabb dan Penguasa seluruh alam semesta.

Selain membahas kisah Nabi Isa AS, beliau juga mengajak jamaah untuk merenungkan berbagai tanda kekuasaan Allah yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penciptaan alam, proses terbentuknya susu dari hewan ternak, turunnya hujan, hingga berbagai fenomena alam yang menjadi bukti kebesaran Sang Pencipta.

“Semua ayat-ayat kauniyah yang kita lihat di alam semesta ini semestinya menambah iman kita kepada Allah SWT,” jelas beliau di hadapan jamaah.

Di akhir kajian, KH. Ahmad Maimun Syafi’i menekankan pentingnya terus menuntut ilmu agama melalui jalan ta’lim dan mengaji, karena jalan terbaik seorang muslim adalah jalan yang membawa keberkahan, manfaat, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kajian ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kekuatan iman, keberkahan hidup, serta kemampuan untuk terus menjaga ketauhidan kepada Allah SWT.