Detail Berita

Pentingnya Memuliakan Ulama dan Orang Berilmu

Kajian Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar dengan penyampaian materi oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag. Dalam kajian tersebut, beliau membahas Bab ke-44 tentang pentingnya memuliakan ulama, orang-orang tua, serta mereka yang memiliki keutamaan ilmu dan akhlak, Sabtu (23/5/2026).

Kajian Riyadhus Sholihin

Kajian Kitab Riyadhus Sholihin kembali digelar dengan penyampaian materi oleh Ustadz Ahmad Rifki Azmi, M.Ag. Dalam kajian tersebut, beliau membahas Bab ke-44 tentang pentingnya memuliakan ulama, orang-orang tua, serta mereka yang memiliki keutamaan ilmu dan akhlak, Sabtu (23/5/2026).

Di hadapan jamaah, Ustadz Rifki menjelaskan bahwa Islam memberikan penghormatan yang sangat besar kepada ilmu dan orang-orang yang berilmu. Hal itu ditegaskan melalui firman Allah SWT yang menyatakan bahwa tidaklah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.

Beliau juga menyinggung makna “ulul albab”, yakni orang-orang yang mampu berpikir jernih dan objektif tanpa dipengaruhi hawa nafsu, kebencian, maupun kepentingan pribadi. Menurutnya, sikap objektif sangat penting dalam menilai seseorang ataupun mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Ahmad Rifki turut mengupas hadis Rasulullah SAW tentang kriteria imam salat berjamaah. Ia menjelaskan bahwa yang paling utama menjadi imam adalah orang yang paling memahami Al-Qur’an dan agama, bukan semata-mata karena usia, nasab, atau kekayaan.

Beliau menambahkan bahwa prinsip tersebut juga relevan dalam kepemimpinan secara umum. Seorang pemimpin ideal, menurut ajaran Islam, adalah mereka yang memiliki ilmu, kemampuan, integritas, dan pemahaman terhadap aturan Allah SWT.

Selain itu, kajian juga menekankan pentingnya adab dalam kehidupan sosial, termasuk larangan “mengghosob” atau mengambil hak orang lain secara tidak pantas, baik dalam urusan tempat duduk, antrean, maupun hak-hak sosial lainnya.

Di akhir kajian, Ustadz Ahmad Rifki Azmi mengajak jamaah untuk terus membersihkan hati dari kepentingan duniawi agar mampu bersikap adil dan bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam memilih pemimpin.