Detail Berita

Rahasia Keluarga Berkualitas

Kajian rutin setelah sholat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema tentang rahasia membangun keluarga harmonis dan melahirkan keturunan yang saleh berdasarkan keteladanan para nabi, Selasa (9/6/2026).

Kuliah Shubuh

Kajian rutin setelah sholat Shubuh di Masjid Agung Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Khafif Ahmaruddin dengan tema tentang rahasia membangun keluarga harmonis dan melahirkan keturunan yang saleh berdasarkan keteladanan para nabi, Selasa (9/6/2026)

Dalam tausiyahnya, Ustadz Khafif menjelaskan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Daud sebagai teladan dalam membangun keluarga yang penuh keberkahan. Ia menyampaikan bahwa keturunan Nabi Ibrahim dikenal sebagai keturunan para nabi karena adanya doa, perjuangan, dan kualitas rumah tangga yang dijaga dengan baik.

Menurutnya, salah satu faktor utama lahirnya generasi berkualitas adalah keharmonisan pernikahan. Rumah tangga yang rukun dan penuh nilai agama akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak-anaknya. Sebaliknya, rumah tangga yang rapuh dapat berdampak pada kondisi psikologis dan karakter keturunan.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan Allah dalam setiap urusan rumah tangga, mulai dari memilih pasangan, menjaga hubungan suami istri, hingga mendidik anak. Menurutnya, keluarga yang selalu mendekatkan diri kepada Allah akan lebih mudah mendapatkan ketenangan dan keberkahan hidup.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Khafif turut mengulas akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi kesalahan orang lain. Ia menyampaikan bahwa salah satu akhlak mulia Nabi adalah mudah memaafkan, tidak membalas keburukan dengan keburukan, serta selalu berbuat baik meski disakiti. Kisah Rasulullah yang tetap menjenguk orang yang pernah menyakitinya menjadi contoh nyata pentingnya sikap pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, jamaah juga diajak untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri dibanding menyalahkan orang lain ketika menghadapi konflik dalam rumah tangga maupun kehidupan sosial. Sikap rendah hati dan mudah mengakui kesalahan dinilai dapat membuka jalan datangnya pertolongan Allah SWT.

Di akhir kajian, Ustadz Khafif mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hubungan suami istri dengan niat ibadah dan doa agar melahirkan generasi yang saleh, taat agama, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat. Kajian ditutup dengan doa bersama dan sholawat yang diikuti seluruh jamaah dengan khidmat.