Detail Berita

Salat Berjamaah Perkuat Iman dan Bentengi Umat dari Godaan Setan

Salat berjamaah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah yang berpahala besar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta membangun benteng bagi umat Islam dari berbagai godaan setan. Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Rutin Setelah Salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Senin, (20/07/2026).

Kuliah Shubuh

Salat berjamaah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah yang berpahala besar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta membangun benteng bagi umat Islam dari berbagai godaan setan. Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Rutin Setelah Salat Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Senin, (20/07/2026).

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa setiap nikmat yang diberikan Allah SWT, mulai dari nikmat sehat, nikmat iman, hingga nikmat Islam, patut disyukuri dengan memperbanyak ibadah, terutama memakmurkan masjid melalui salat berjamaah. Kehadiran umat Islam di masjid untuk memenuhi panggilan Allah merupakan bukti keimanan yang terus dipelihara.

KH. Abdul Aziz Ahmad mengajak jamaah membiasakan diri istiqamah menghadiri salat berjamaah, khususnya Salat Subuh. Menurutnya, amal yang terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan akan menjadi pertanda kebaikan di akhir kehidupan. Ia berharap kebiasaan memakmurkan masjid menjadi sebab seseorang memperoleh husnul khatimah.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan keutamaan Salat Isya dan Salat Subuh berjamaah sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Salat Isya berjamaah diibaratkan memperoleh pahala seperti beribadah selama separuh malam, sedangkan Salat Subuh berjamaah seperti beribadah sepanjang malam. Selain itu, Salat Subuh memiliki keistimewaan karena disaksikan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.

Kajian juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan saf salat. Barisan yang rapat dan lurus bukan sekadar tata cara pelaksanaan salat, melainkan simbol persatuan umat. Rasulullah SAW bahkan memberikan kabar gembira kepada orang yang menyambung saf, bahwa Allah akan menyambung rahmat dan pertolongan-Nya kepada mereka. Sebaliknya, memutus atau membiarkan saf terputus menjadi peringatan agar tidak diremehkan oleh setiap muslim.

Selain membahas keutamaan salat berjamaah, Kyai Aziz juga mengingatkan bahwa iblis dan bala tentaranya senantiasa berusaha mengganggu manusia, terutama ketika melaksanakan salat. Gangguan tersebut dapat berupa hilangnya kekhusyukan, lupa terhadap bacaan salat, hingga munculnya berbagai pikiran yang mengalihkan hati dari mengingat Allah SWT.

Menurutnya, salat berjamaah menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat diri menghadapi godaan tersebut. Kebersamaan dalam ibadah menghadirkan rahmat Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjadikan hati lebih lembut dan mudah menerima kebaikan.

Dalam kajian itu juga disinggung kondisi sosial masyarakat, termasuk tingginya angka perceraian yang menjadi salah satu dampak dari keberhasilan setan memecah belah hubungan manusia. Oleh karena itu, umat Islam diajak memperkuat hubungan dengan Allah melalui ibadah, memperbanyak zikir, menjaga kekhusyukan salat, dan membiasakan diri hadir di masjid.

Menutup kajian, Kyai Aziz mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan masjid serta menjadikan salat berjamaah sebagai budaya kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang senantiasa terpaut dengan masjid akan memperoleh naungan Allah SWT pada hari ketika tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya.