Detail Berita

Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro Lolos Program Visiting Research Internasional ke Uzbekistan

Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Dr. Yogi Prana Izza, Lc., M.A, berhasil menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional setelah dinyatakan lolos dalam Program Visiting Research 2026 ke Uzbekistan, Kamis (25/6/2026).

Umum

Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Dr. Yogi Prana Izza, Lc., M.A, berhasil menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional setelah dinyatakan lolos dalam Program Visiting Research 2026 ke Uzbekistan, Kamis (25/6/2026).

Program bergengsi tersebut merupakan hibah penelitian internasional hasil kerja sama antara Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dengan lembaga akademik di Uzbekistan yang bertujuan memperkuat jejaring riset global antar akademisi Islam.

Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui LPTNU pada 25 Juni 2026, peserta yang lolos telah melewati tahapan seleksi tulis pada 2 Juni 2026 dan seleksi wawancara proposal penelitian pada 17 Juni 2026. Dari proses seleksi nasional tersebut, hanya empat peneliti yang dinyatakan lolos, dan salah satunya adalah Dr. Yogi Prana Izza, Lc, MA.

Dalam program ini, Dr. Yogi mengangkat proposal penelitian berjudul: “Rasionalisasi Tasawuf dalam Tradisi Maturidiyah: Dialektika Kalam dan Psikologi Moral di Transoxiana.”

Penelitian tersebut akan dilaksanakan di Imam Maturidi International Scientific Research Center, Tashkent, Uzbekistan, sebuah pusat penelitian internasional yang fokus pada kajian pemikiran Imam Abu Mansur Al-Maturidi, tokoh penting dalam tradisi teologi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Alhamdulillah setelah mengikuti tes seleksi tulis dan seleksi wawancara proposal, saya dinyatakan lolos untuk melaksanakan riset di Tashkent sesuai dengan proposal penelitian yang saya ajukan,” ungkap Dr. Yogi.

Rencananya, riset akan dilaksanakan selama dua bulan di Uzbekistan, kemudian dilanjutkan dengan tahapan penelitian lanjutan di Indonesia. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Selain aktif sebagai akademisi dan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Dr. Yogi selama ini juga dikenal aktif mengabdikan diri di bidang dakwah dan pelayanan umat sebagai Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kabupaten Bojonegoro.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi jamaah dan keluarga besar Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengurus masjid tidak hanya berperan dalam pelayanan ibadah umat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan membawa nama baik daerah di tingkat internasional.

Program Visiting Research ini diharapkan menjadi jembatan penguatan hubungan intelektual antara Indonesia dan Uzbekistan, sekaligus memperkaya khazanah kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang berkembang di lingkungan pesantren dan masyarakat Nahdlatul Ulama.

Prestasi Dr. Yogi menjadi inspirasi bahwa pengabdian kepada umat, pengembangan keilmuan, dan kiprah internasional dapat berjalan beriringan dalam semangat membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing global.