Zikir Adalah Penyejuk Hati dan Penguat Iman
Dalam kajian rutin setelah shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam, KH. Abdul Aziz Ahmad mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir kepada Allah sebagai jalan membersihkan hati dan menguatkan iman, Senin (18/5/2026).
Dalam kajian rutin setelah shalat Shubuh di Masjid Agung Darussalam, KH. Abdul Aziz Ahmad mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir kepada Allah sebagai jalan membersihkan hati dan menguatkan iman, Senin (18/5/2026).
Dalam tausiyahnya, beliau
menegaskan bahwa kalimat La ilaha illallah
merupakan zikir paling utama yang memiliki kemuliaan besar di sisi Allah SWT.
Menurutnya, zikir bukan sekadar amalan biasa, melainkan inti dari berbagai
ibadah seperti salat, haji, hingga sedekah.
KH. Abdul Aziz Ahmad menjelaskan
bahwa manusia tidak lepas dari dosa dan godaan hawa nafsu. Karena itu, hati
membutuhkan “pembersih”, yakni zikir kepada Allah. Beliau mengibaratkan zikir
seperti deterjen yang membersihkan kerak dosa di dalam hati manusia.
Beliau juga menyoroti pentingnya
menjaga hubungan hati dengan Allah melalui zikir yang istiqamah. Menurutnya,
hati manusia mudah berubah dan menjadi tempat pertarungan antara kebaikan dan
keburukan. Ketika seseorang rajin berzikir, maka ketenangan hati dan kekuatan
iman akan semakin terasa.
“Dengan mengingat Allah, hati
menjadi tenteram,” terang beliau saat menjelaskan makna ayat Ala
bidzikrillahi tathma’innul qulub. Beliau menyebut, orang yang
hatinya dipenuhi zikir biasanya tampak lebih teduh, tenang, dan menenangkan
orang lain.
Selain itu, KH. Abdul Aziz Ahmad
turut mengisahkan keteladanan para ulama dan wali Allah, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Uwais Al-Qarni, yang dikenal memiliki kedekatan
luar biasa dengan Allah karena kuatnya zikir dan keikhlasan mereka.
Di akhir kajian, beliau mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan lisan berdzikir di mana pun berada, baik sendiri maupun bersama-sama. Beliau berharap umat Islam dapat menutup akhir hayat dengan kalimat tauhid dan memperoleh husnul khatimah.
