Bahaya Bangga Berbuat Dosa
Kajian rutin setelah Salat Subuh di Masjid Agung Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Hasan Nur, jamaah diajak memahami bahaya sifat sombong serta pentingnya menjaga hati agar tetap rendah diri di hadapan Allah, Kamis (14/5/2026).
Kajian
rutin setelah Salat Subuh di Masjid Agung
Darussalam kembali dipenuhi jamaah. Dalam tausiyah yang disampaikan oleh
Ustadz Hasan Nur, jamaah diajak memahami
bahaya sifat sombong serta pentingnya menjaga hati agar tetap rendah diri di
hadapan Allah, Kamis (14/5/2026).
Dalam kajiannya, Ustadz Hasan Nur
mengutip nasihat ulama besar Imam Sufyan Ats-Tsauri yang menjelaskan bahwa
maksiat yang lahir karena hawa nafsu masih memiliki peluang mendapat ampunan
Allah, selama pelakunya mau bertobat dengan sungguh-sungguh. Namun, maksiat
yang disertai kesombongan dinilai jauh lebih berbahaya karena menyerupai sifat
iblis yang menolak perintah Allah akibat merasa lebih mulia.
Ustadz Hasan Nur kemudian
menjelaskan kisah Nabi Adam dan iblis sebagai pelajaran bagi umat manusia. Nabi
Adam melakukan kesalahan karena tergoda keinginan, tetapi tetap memohon ampun
kepada Allah hingga akhirnya diampuni. Sementara iblis justru membangkang
dengan kesombongan dan merasa lebih tinggi dibanding Nabi Adam, sehingga
terusir dari surga dan tidak memperoleh ampunan.
Selain itu, jamaah juga diingatkan
agar tidak merasa bangga saat melakukan dosa atau melanggar aturan agama secara
terang-terangan. Ustadz Hasan Nur mencontohkan perilaku sebagian orang yang
meninggalkan puasa Ramadan tanpa rasa malu, hingga praktik korupsi yang
dilakukan dengan penuh kesenangan tanpa penyesalan. Menurutnya, sikap bangga
terhadap maksiat dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat
Allah.
Dalam penutup kajian, Ustadz Hasan Nur mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri, menjaga ibadah, serta memanfaatkan umur sebaik mungkin karena setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Ia menegaskan bahwa surga tidak dapat diraih dengan bermalas-malasan, melainkan membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT.
