Sambut Tahun Baru Islam dengan Amal Kebajikan
Kajian rutin setelah Shalat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul Aziz Ahmad yang mengangkat tema pentingnya menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menyambut datangnya bulan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri, Senin (15/6/2026).
Kajian
rutin setelah Shalat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam
Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Abdul
Aziz Ahmad yang mengangkat tema pentingnya menjaga keimanan, memperbanyak
amal saleh, serta menyambut datangnya bulan Muharram sebagai momentum
memperbaiki diri, Senin (15/6/2026).
Dalam
pembukaannya, KH Abdul Aziz Ahmad mengingatkan bahwa nikmat terbesar yang
diberikan Allah SWT kepada manusia adalah nikmat iman dan Islam. Menurut
beliau, setiap muslim harus berusaha menjaga keimanan hingga akhir hayat agar
mendapatkan husnul khatimah dan mampu mengakhiri kehidupan dengan kalimat Laa
Ilaaha Illallah.
Beliau
kemudian menyampaikan kisah teladan seorang wanita pada masa Fir’aun yang tetap
mempertahankan keimanannya meskipun mendapat tekanan dan siksaan. Karena
keteguhan imannya itulah, Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj disebut
mencium harum semerbak dari kuburannya, sebagai tanda kemuliaan seorang hamba
yang teguh memegang tauhid di hadapan Allah SWT.
KH
Abdul Aziz Ahmad juga mengingatkan bahwa menjelang akhir zaman, tantangan
terhadap keimanan umat Islam semakin berat. Berbagai fitnah dunia, kemaksiatan,
hingga godaan yang menjauhkan manusia dari agama menjadi ujian besar yang harus
dihadapi dengan memperkuat keyakinan dan memperbanyak dzikir kepada Allah.
Memasuki
momentum pergantian tahun baru Islam, beliau menjelaskan pentingnya tradisi
para ulama dalam menghidupkan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriyah.
Menurutnya, pergantian tahun bukan sekadar pergantian waktu, melainkan
kesempatan bagi seorang muslim untuk memohon ampunan atas kesalahan di masa
lalu sekaligus berharap agar amal ibadah diterima oleh Allah SWT.
Dalam
tausiyahnya, beliau juga mengajak jamaah untuk menghidupkan amalan sunnah di
bulan Muharram, khususnya puasa Tasu’a dan Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal
9 dan 10 Muharram. Bahkan para ulama menganjurkan menyempurnakan dengan puasa
tanggal 11 Muharram sebagai bentuk kesempurnaan ibadah sunnah di awal tahun
Hijriyah.
Selain
itu, KH Abdul Aziz Ahmad menekankan pentingnya memperhatikan anak yatim,
terutama di bulan Muharram yang dikenal sebagai momentum memperbanyak
kepedulian sosial. Beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW sangat memuliakan
anak yatim, bahkan menjanjikan kedekatan dengan beliau di surga bagi mereka
yang merawat dan memperhatikan anak yatim.
Tidak
hanya itu, beliau juga menjelaskan beberapa amalan sederhana yang bernilai
ibadah, seperti membaca dan memandang Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, serta
menghadirkan kasih sayang kepada sesama. Menurut beliau, hati manusia dapat
menjadi bersih dan lembut ketika dekat dengan Al-Qur’an dan dipenuhi kepedulian
terhadap orang-orang yang membutuhkan.
Di
akhir kajian, KH Abdul Aziz Ahmad mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan
umat melalui shalat berjamaah di masjid. Beliau menyampaikan bahwa persatuan
umat Islam dibangun melalui kebersamaan dalam ibadah, sebagaimana Rasulullah
SAW sangat menekankan pentingnya shalat berjamaah, bahkan kepada sahabat yang
memiliki keterbatasan fisik.
Kajian
Subuh rutin di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini menjadi salah satu sarana
pembinaan umat yang terus istiqamah dilaksanakan, sekaligus menjadi ruang bagi
masyarakat untuk memperdalam ilmu agama serta memperkuat spiritualitas dalam
kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga iman, istiqamah dalam ibadah, serta memperoleh keberkahan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah.
