Rahasia Husnul Khatimah yang Sering Dilupakan Banyak Orang
Kajian rutin setelah pelaksanaan Salat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan penuh kekhusyukan. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Azizi Falaqi, yang membawakan pesan mendalam tentang perjalanan hidup manusia, pentingnya menjaga akhir kehidupan, serta keutamaan ilmu dalam Islam, Ahad (14/6/2026).
Kajian
rutin setelah pelaksanaan Salat Subuh kembali digelar di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dengan penuh
kekhusyukan. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Azizi Falaqi, yang membawakan pesan
mendalam tentang perjalanan hidup manusia, pentingnya menjaga akhir kehidupan,
serta keutamaan ilmu dalam Islam, Ahad (14/6/2026).
Dalam kajiannya, KH. Azizi
mengangkat kisah sahabat Nabi, Salman Al-Farisi,
sebagai teladan bagaimana seseorang tidak dapat dinilai hanya dari masa
lalunya. Salman Al-Farisi, yang lahir dari keluarga penyembah api (Majusi),
justru memperoleh hidayah dan kemudian menjadi salah satu sahabat istimewa yang
sangat dihormati Rasulullah ?.
Beliau menjelaskan bahwa manusia
tidak pernah benar-benar mengetahui bagaimana akhir hidup seseorang. Seseorang
yang tampak saleh hari ini belum tentu meninggal dalam keadaan baik, begitu
pula orang yang pernah berada dalam kesesatan bisa saja memperoleh petunjuk dan
mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah. Karena itu, umat Islam diajak untuk
tidak mudah menghakimi orang lain berdasarkan kondisi lahiriah semata.
“Kita tidak bisa memastikan siapa yang benar-benar baik atau
buruk di hadapan Allah. Semua ditentukan pada akhir perjalanan hidup kita
ketika menghadap Allah SWT,” demikian pesan utama yang
disampaikan dalam kajian tersebut.
Selain membahas pentingnya menjaga
akhir kehidupan, KH. Azizi juga menyoroti pentingnya sikap rendah hati. Ia
mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan atas pencapaian
duniawi, sebab seluruh keberhasilan sejatinya merupakan pertolongan dari Allah
SWT.
Pada bagian akhir kajian,
pembahasan beralih pada pentingnya menuntut ilmu. Mengutip pandangan Abu Hamid Al-Ghazali, beliau menjelaskan bahwa
ilmu secara umum terbagi menjadi dua hal penting: ilmu yang berkaitan dengan
kesehatan atau kedokteran, serta ilmu agama yang membimbing manusia dalam
beribadah dengan benar. Kedua jenis ilmu tersebut sama-sama penting bagi
kehidupan manusia.
Kyai Azizi juga mengingatkan para
orang tua agar bijak dalam memilih pendidikan terbaik bagi putra-putrinya,
yaitu pendidikan yang tidak hanya bermanfaat untuk urusan dunia, tetapi juga
menjadi bekal dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kajian Subuh rutin di Masjid Agung
Darussalam Bojonegoro ini menjadi salah satu agenda keagamaan yang terus
diikuti masyarakat sebagai sarana memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama,
serta membangun kesadaran akan pentingnya istiqamah hingga akhir hayat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah diberikan umur panjang, keistiqamahan dalam iman, serta dianugerahi husnul khatimah saat menghadap Allah SWT.
