Detail Berita

Bahaya Meremehkan Ulama dan Pentingnya Menjaga Hubungan Sosial

Bojonegoro, Dalam kajian Salat Subuh berjamaah di Masjid Darussalam Ustadz Hasan Nur mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan ulama, tetangga, keluarga, maupun pemerintah. Sikap merendahkan kelompok-kelompok tersebut, menurutnya, dapat membawa kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat, Kamis (11/12/2025).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro, Dalam kajian Salat Subuh berjamaah di Masjid Darussalam Ustadz Hasan Nur mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan ulama, tetangga, keluarga, maupun pemerintah. Sikap merendahkan kelompok-kelompok tersebut, menurutnya, dapat membawa kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat, Kamis (11/12/2025).

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan Nur menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang lima golongan yang jika diremehkan akan membawa penyesalan sepanjang hidup. Golongan pertama adalah ulama, yang disebut sebagai pewaris para nabi. Melalui para ulama, ajaran agama Islam, mulai dari tata cara ibadah, akhlak, hingga kehidupan sosial dapat dipahami dan diamalkan oleh umat.

“Salat yang benar, adab kepada orang tua, hingga tata cara hidup bermasyarakat semuanya kita peroleh dari ulama. Meremehkan ulama berarti mengingkari jasa besar mereka,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menyoroti fenomena maraknya sikap mencaci dan merendahkan ulama di ruang publik. Menurutnya, perilaku tersebut berpotensi mendatangkan dampak buruk, seperti hilangnya keberkahan hidup, munculnya pemimpin yang zalim, hingga kematian dalam keadaan tidak baik.

Selain ulama, Ustadz Hasan menegaskan pentingnya menghormati pemerintah selama kebijakan yang ditetapkan tidak bersifat zalim. Kepatuhan terhadap aturan negara dinilai sebagai bagian dari menjaga ketertiban dan kemaslahatan bersama. Pelanggaran terhadap hukum, kata dia, akan membawa kerugian di urusan dunia.

Golongan lain yang ditekankan untuk tidak diremehkan adalah tetangga. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa seseorang belum sempurna imannya jika belum mencintai tetangganya seperti mencintai dirinya sendiri. Tetangga disebut sebagai pihak terdekat yang pertama kali memberi pertolongan dalam berbagai kondisi, termasuk saat musibah.

“Kesabaran menghadapi tetangga yang menyakitkan justru menjadi amalan yang dicintai Allah dan dijanjikan balasan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

Ustadz Hasan juga mengingatkan jamaah agar tidak memutus tali silaturahmi dengan keluarga dan kerabat hanya karena persoalan sepele. Memutus hubungan kekerabatan, menurutnya, merupakan perbuatan yang sangat dikecam dalam ajaran Islam.

Menutup tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menghargai jasa ulama, menjaga keharmonisan sosial, serta memperbaiki diri melalui ibadah dan akhlak yang baik. “Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan keberkahan kepada kita semua,” tuturnya.

Kajian Subuh tersebut diakhiri dengan doa bersama, memohon keselamatan, keberkahan hidup, serta keteguhan iman bagi seluruh jamaah.