Detail Berita

Bahaya Nafsu dan Angan-Angan Duniawi

Bojonegoro — Dalam kajian Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, KH. Azizi Falaqi mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga diri dari dosa, memperbanyak amal saleh, dan tidak larut dalam panjang angan-angan duniawi. Pesan itu disampaikan melalui penjelasan mendalam mengenai nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Ahad, (26/10/2025).

Kuliah Shubuh

Bojonegoro — Dalam kajian Subuh di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, KH. Azizi Falaqi mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga diri dari dosa, memperbanyak amal saleh, dan tidak larut dalam panjang angan-angan duniawi. Pesan itu disampaikan melalui penjelasan mendalam mengenai nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Ahad, (26/10/2025).

Beliau menuturkan bahwa ada dua keadaan yang tetap menunjukkan kebaikan seorang hamba. Pertama, ketika seseorang terjatuh dalam kesalahan lalu segera menyadari dosa yang dilakukan dan berusaha untuk bertaubat. Menurutnya, banyak orang yang meremehkan dosa kecil hingga menunda taubat, padahal dosa kecil yang terus dilakukan dapat menutupi cahaya hati dan menghalangi seseorang dari semangat beribadah.

“Kadang perasaan berat menjalankan ibadah, malas berjamaah, atau enggan datang ke majelis ilmu disebabkan ada dosa yang belum diistighfarkan,” ujarnya. Beliau menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun terhadap dosa kecil maupun besar selama hamba-Nya tidak putus asa untuk kembali memohon ampun.

Keadaan kedua yang disebut sebagai bentuk kebaikan ialah semangat dalam melakukan amal saleh, meski tampak kecil. Kyai Azizi mencontohkan sikap para ulama sepuh yang tetap bersungguh-sungguh mendatangi masjid untuk berjamaah, walau harus bertumpu pada tongkat dan melangkah pelan. Menurutnya, amalan yang sedikit tetapi ikhlas karena Allah bernilai jauh lebih tinggi daripada amal besar tanpa ketakwaan sebagai dasar.

Beliau kemudian memperingatkan bahaya dua perkara yang melemahkan kehidupan akhirat seseorang, yaitu mengikuti hawa nafsu dan terlalu panjang angan-angan duniawi. Nafsu yang mendominasi hati diyakini dapat menjerumuskan seseorang meninggalkan kebenaran meskipun ia mengetahuinya. Sementara itu, angan-angan yang berlebihan membuat manusia lengah, lupa bahwa hidup di dunia semakin mendekatkan diri kepada kematian dan akhirat.

“Setiap hari yang kita lalui adalah makhluk baru, menjadi saksi atas amal kita, serta tidak akan kembali untuk kedua kalinya,” katanya menukil sebuah pesan ulama. Karena itu,Beliau mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan waktu dengan baik agar menjadi tabungan kemuliaan di akhirat.

Kuliah Shubuh ditutup dengan doa bersama, berharap Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah, menjauhkan umat dari godaan hawa nafsu serta angan-angan yang melalaikan, dan menguatkan mereka dalam menjalani ketaatan.