Bangun Masyarakat Qur’ani, Darussalam Mengaji Sukses Cetak Ratusan Santri di Bojonegoro
BOJONEGORO – Sebanyak 85 santri dari program Darussalam Mengaji mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di serambi Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada 14 Desember 2024. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 hingga 11.20 WIB. Sebanyak 33 santri diwisuda setelah menyelesaikan tilawati remaja dan 52 santri dinyatakan lulus membaca Al-Qur'an.
BOJONEGORO
– Sebanyak 85 santri dari program Darussalam Mengaji mengikuti prosesi wisuda
yang berlangsung khidmat di serambi Masjid Agung Darussalam Bojonegoro pada 14
Desember 2024. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 hingga 11.20 WIB. Sebanyak 33
santri diwisuda setelah menyelesaikan tilawati remaja dan 52 santri dinyatakan
lulus membaca Al-Qur'an.
Wisuda dihadiri oleh KH Abdul Aziz Ahmad, pengasuh Pondok
Pesantren Baitul Izzah Bojonegoro. Ia memberikan materi penuh inspirasi tentang
pentingnya konsistensi dalam belajar Al-Qur'an. KH Ahmad Maemun Syafii, ketua
Takmir Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, menyampaikan pesan mendalam tentang
kemuliaan orang-orang yang belajar Al-Qur'an dan berkontribusi memakmurkan
masjid, khususnya bagi orang tua.
Ustaz Hartono, S.E. selaku
direktur program Darussalam Mengaji sekaligus kepala Tilawati Cabang Bojonegoro
menjelaskan bahwa program Darussalam Mengaji telah berjalan selama enam tahun.
Saat ini, program tersebut memiliki 19 kelas aktif dengan 289 santri yang dibimbing
oleh tujuh ustaz dan ustazah. Ia menyebut, Darussalam Mengaji sedang merintis
pengajian Al-Qur'an untuk manula dengan metode tilawati remaja.
"Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan luar biasa dari
masyarakat. Saat ini, kami memiliki kurang lebih 300 santri manula, dengan usia
tertua 83 tahun dan rata-rata berusia 56 tahun. Peserta berasal dari berbagai
latar belakang, seperti pensiunan, pedagang, hingga ibu rumah tangga,"
jelas Ustaz Hartono.
KH Abdul Aziz Ahmad dalam materinya memberikan motivasi kepada
para santri dan hadirin agar senantiasa menjaga interaksi dengan Al-Qur'an,
baik dalam membaca, memahami, maupun mengamalkannya. Acara ini menjadi momen
berharga untuk menguatkan tekad dalam melahirkan generasi yang mencintai
Al-Qur'an di berbagai usia.
Wisuda ini tidak hanya menjadi tanda keberhasilan belajar para santri, tetapi juga bukti nyata kontribusi Darussalam Mengaji dalam membangun masyarakat yang Qur'ani. Program yang memadukan metode tilawati dan komitmen para pengajar ini terus berkembang, menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an lainnya.
