Harmoni Rumah Tangga dan Pemahaman Karakter Perempuan
Kegiatan kajian kitab Riyadhus Sholihin yang diselenggarakan di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro berlangsung khidmat bersama Ustadz Ahmad Rifki Azmi sebagai pengisi materi. Dalam kajian tersebut, jamaah tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga pesan mendalam tentang kehidupan rumah tangga, khususnya dalam memahami karakter perempuan dalam Islam, Jum’at (13/3/2026).
Kegiatan
kajian kitab Riyadhus
Sholihin yang diselenggarakan di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro
berlangsung khidmat bersama Ustadz Ahmad Rifki Azmi sebagai pengisi materi.
Dalam kajian tersebut, jamaah tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan,
tetapi juga pesan mendalam tentang kehidupan rumah tangga, khususnya dalam
memahami karakter perempuan dalam Islam, Jum’at (13/3/2026).
Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad
Rifki Azmi menjelaskan salah satu hadits Nabi Muhammad Saw yang mengibaratkan
perempuan seperti tulang rusuk. Ia menekankan bahwa perumpamaan tersebut bukan
menunjukkan kekurangan, melainkan menggambarkan karakter khas perempuan yang
justru menjadi bagian dari kesempurnaannya.
“Perempuan memiliki sifat lembut,
penuh empati, dan lebih mengedepankan perasaan. Itu bukan kelemahan, tetapi
kelebihan yang harus dipahami oleh laki-laki,” jelasnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya
memaksakan perempuan untuk berubah menjadi seperti laki-laki justru dapat
menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Menurutnya, perbedaan karakter antara
laki-laki dan perempuan adalah bagian dari keadilan Allah SWT yang harus
disikapi dengan bijak.
Selain itu, kajian tersebut juga
menyinggung pentingnya bersikap objektif dalam melihat pasangan. Ustadz Rifki
menegaskan bahwa setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan,
sehingga tidak sepatutnya seseorang membenci pasangannya hanya karena satu
kekurangan.
“Kalau ada satu sifat yang tidak
disukai, pasti ada sifat lain yang baik. Maka lihatlah pasangan secara utuh,”
ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan
para suami untuk menjaga ucapan dan tidak mudah melontarkan kata-kata kasar,
terutama saat emosi. Hal tersebut, menurutnya, dapat berdampak serius, bahkan
berujung pada perceraian.
Lebih lanjut, kajian juga membahas
kewajiban suami dalam memenuhi hak-hak istri, seperti nafkah lahir berupa
makanan, pakaian, dan tempat tinggal, serta pentingnya memperlakukan istri
dengan baik sebagaimana ajaran Rasulullah Saw.
Di akhir kajian, jamaah diajak
untuk meneladani akhlak Nabi dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih
sayang dan keadilan, serta menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai bagian
dari ibadah kepada Allah SWT.
Kegiatan kajian rutin ini menjadi salah satu upaya Masjid Agung Darussalam Bojonegoro dalam meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kehidupan berkeluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
