Detail Berita

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apa Pun

BOJONEGORO — Kajian hadis kembali digelar pada sore hari di Masjid Agung Darussalam dengan menekankan pesan utama tentang luasnya jalan kebaikan dalam Islam. Dalam kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa mendekatkan diri kepada Allah tidak dibatasi oleh satu bentuk ibadah saja, melainkan terbuka melalui berbagai amal kebajikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kecenderungan masing-masing, Sabtu (1/11/2025).

Kajian Riyadhus Sholihin

BOJONEGORO — Kajian hadis kembali digelar pada sore hari di Masjid Agung Darussalam dengan menekankan pesan utama tentang luasnya jalan kebaikan dalam Islam. Dalam kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa mendekatkan diri kepada Allah tidak dibatasi oleh satu bentuk ibadah saja, melainkan terbuka melalui berbagai amal kebajikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kecenderungan masing-masing, Sabtu (1/11/2025).

Ustadz Rifki menjelaskan bahwa kasih sayang Allah tercermin dari banyaknya pilihan ibadah yang dapat dikerjakan umat Islam. Ada yang merasa dekat dengan Allah melalui shalat, sedekah, haji, berbakti kepada orang tua, hingga sekadar menghadirkan wajah ramah kepada sesama. Semua itu, ditegaskan, memiliki nilai ibadah di sisi Allah.

Dalam kajian lanjutan hadis ke-121, disampaikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim agar umat Islam tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, termasuk bertemu saudara dengan wajah ceria. Senyum dan sikap ramah, menurut pemateri, merupakan bentuk sedekah yang dapat menenangkan hati orang lain, terlebih bagi mereka yang sedang dilanda kesedihan.

Selain itu, dijelaskan pula hadis tentang kewajiban bersedekah dengan seluruh anggota tubuh. Manusia, yang memiliki sekitar 360 persendian, dianjurkan untuk menunaikan kebaikan setiap hari sebagai bentuk sedekah, tidak hanya melalui harta, tetapi juga melalui penglihatan, pendengaran, lisan, dan perbuatan.

Ustadz Rifki menegaskan bahwa sifat kikir dan dermawan tidak semata-mata diukur dari harta. Seseorang dapat disebut kikir apabila tidak menggunakan nikmat yang dimilikinya untuk kebaikan dan ketaatan. Sebaliknya, orang yang memanfaatkan seluruh potensi dirinya untuk ibadah dan membantu sesama termasuk golongan yang dermawan.

Kajian juga menyoroti pentingnya adab kepada ulama sebagai pewaris para nabi. Menghormati ulama, membantu mereka, dan mendengarkan nasihatnya disebut sebagai bagian dari syiar agama yang dapat menumbuhkan ketakwaan dalam hati.

Dalam penutupnya, jamaah diajak untuk meniatkan setiap langkah menuju masjid dengan berbagai niat kebaikan, seperti menuntut ilmu, beritikaf, bersilaturahmi, dan menguatkan syiar Islam. Dengan niat yang berlapis, setiap amal sederhana diyakini akan bernilai besar di sisi Allah.

Pesan utama kajian ini menegaskan bahwa iman memiliki banyak cabang dan kebaikan tidak pernah sempit. Setiap orang, dalam kondisi apa pun, tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kebaikan, meski dengan amal yang paling sederhana.