Kajian Kitab Ayyuhal Walad Ingatkan Jamaah Bahaya Amal Tanpa Keikhlasan
BOJONEGORO, Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali menggelar kajian rutin kitab Ayyuhal Walad karya Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali pada Sabtu (11/10/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 60 santri Darussalam Mengaji yang mayoritas berusia dewasa dan lanjut usia.
BOJONEGORO, Masjid Agung Darussalam Bojonegoro kembali
menggelar kajian rutin kitab Ayyuhal Walad karya Imam Abu Hamid Muhammad
bin Muhammad al-Ghazali pada Sabtu (11/10/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 60
santri Darussalam Mengaji yang mayoritas berusia dewasa dan lanjut usia.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan oleh Direktur
Darussalam Mengaji, Ustaz Hartono, SE, kemudian mahalul qiyam sebelum
memasuki sesi inti kajian yang disampaikan oleh Dr. H. Yogi Prana Izza, Lc. MA.
Dalam penyampaiannya, Dr. Yogi mengutip pesan penting dari
Imam Al-Ghazali yang mengingatkan agar amal ibadah tidak menjadi sia-sia karena
hilangnya keikhlasan.
“Jangan sampai amal kita bangkrut dan perbuatan kita kosong
dari keikhlasan,” ujarnya mengutip nasihat sang ulama besar.
Lebih lanjut, Dr. Yogi menjelaskan sabda Rasulullah SAW
tentang makna orang yang bangkrut di akhirat. Menurut hadis tersebut, orang
yang dianggap bangkrut bukanlah yang kehilangan harta benda di dunia, melainkan
mereka yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa, dan zakat,
namun juga membawa dosa kezaliman terhadap sesama.
“Dalam hadis itu dijelaskan ada tiga bentuk kezaliman. Pertama,
dzalim lisan, seperti menghina dan menuduh orang suci berzina tanpa bukti. Kedua,
dzalim harta, yakni mengambil hak orang lain tanpa alasan yang sah, termasuk
mencuri, menipu, atau tidak menunaikan kewajiban pembayaran. Ketiga, dzalim
fisik, yaitu menyakiti tubuh atau menumpahkan darah orang lain tanpa hak”,
terangnya.
Akibat perbuatan tersebut, pelaku kezaliman akan kehilangan
pahala amal baiknya karena diberikan kepada orang yang didzalimi.
“Jika pahalanya habis, maka dosa orang yang dizalimi akan
dipindahkan kepada pelaku hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka,” jelas Dr.
Yogi dalam kajian yang berlangsung khidmat tersebut.
Kegiatan kajian rutin ini menjadi bagian dari upaya pengurus
dan pengelola Masjid Agung Darussalam Bojonegoro untuk memperkuat pemahaman
keagamaan masyarakat Bojonegoro melalui pengkajian kitab klasik karya para
ulama terdahulu.
